The 12th SMESCO Festival 2014 Resmi Dibuka

Festival Produk UKM, SMESCO yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dibuka Kamis (18/6/2014) siang oleh Menteri Syarief Hasan.

Agustin Setyo Wardani
Festival SMESCO yang ke-12 resmi dibuka hari ini oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Syarief Hasan, di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/6/2014) siang. 

WARTA KOTA, SENAYAN - Festival Produk Usaha Kecil dan Menengah, SMESCO yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dibuka Kamis (18/6/2014) siang oleh Menteri UKM, Syarief Hasan.

Festival yang rencananya akan diselenggarakan mulai tanggal 19-22 Juni 2014 ini diadakan di Assembly Hall JCC Senayan, Senayan, Jakarta Pusat dengan jumlah peserta sebanyak 450 UKM dari 34 provinsi dan 49 kota/ kabupaten.

"Pameran ini berisi produk-produk unggulan UKM di pasar internasional termasuk produk heritage karya desainer terkemuka dan produk-produk ramah lingkungan yang terdiri dari 7 kategori yaitu: craft, furniture, home interior, fashion & beverage, herbal & spa, dan agriculture product," kata Emilia Suhaimi selaku ketua panitia penyelenggara SMESCO Festival 2014.

Sementara itu, Syarief mengatakan kondisi sosial politik dan ekonomi di Indonesia saat ini, dimana tingkat pertumbuhan ekonomi sekitar 6% per tahun serta menurunnya angka kemiskinan dari 16 persen menjadi 11,47 persen pada 2013 membuat industri UKM makin berkembang.

Suami dari Ingrid Kansil ini juga berpesan kepada peserta pameran untuk meningkatkan produktivitas dan kreativtas untuk menghasilkan produk dan jasa yang berdaya saing tinggi. Selain itu ia juga meminta pelaku industri UKM untuk memanfaatkan kemajuan teknologi serta tak lupa, membangun kekuatan untuk meningkatkan daya saing melalui koperasi.

Syarief juga berkata, saat ini jumlah koperasi 203.701 unit atau meningkat 31,45 persen dibanding tahun 2008 yaitu sebanyak 154.964 unit. Pertumbuhan koperasi sendiri, menurutnya, memiliki peran penting dan kontribusi besar dalam perekonomian nasional.

Saat ini, jumlah UMKM Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99 persen dari total usaha nasional, menyediakan kesempatan kerja sebesar 96,99 persen, dan menyumbang PDB nasional sebesar 60,34 persen, kontribusi terhadap ekspor non migas sebesar 14,06 persen.

Ia juga beranggapan bahwa sektor UMKM menjadi sektor penting dan tulang punggung penyediaan kesempatan kerja dan berusaha, dan pembentukan PDB.

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved