Siswa Dianiaya
Polisi Lamban Tangani Kasus Renggo Kadafi Dikecam Keluarga
Keluarga Renggo Khadafi (11), pelajar SDN Makasar 09 Pagi, yang tewas diduga dianiaya oleh kakak kelasnya, Sy (13), kecewa.
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, PALMERAH— Keluarga Renggo Khadafi (11), pelajar SDN Makasar 09 Pagi, Jakarta Timur, yang tewas diduga dianiaya oleh kakak kelasnya, Sy (13), mengaku kecewa dengan pihak kepolisian.
Pasalnya, keluarga menganggap penanganan kasus yang sudah 1,5 bulan tersebut, berjalan lambat.
Seperti yang diungkapkan oleh Eko Wahyudi (35), orangtua asuh Renggo. Pihaknya pernah menanyakan kelanjutan pemeriksaan kasus Renggo tersebut ke penyidik Polres Jakarta Timur.
"Tapi penyidik malah bilang, masih nunggu hasil autopsi dan visum dari RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo). Ditanya kapan ke luar hasilnya, jawabannya malah belum tahu," kata Eko, Rabu (18/6/2014).
Namun, lanjutnya, saat ia mencoba konfirmasi ke pihak RSCM, rumah sakit tersebut mengakui adanya keterlambatan dalam penyusunan hasil visum. Hal ini karena penyidik tidak menyerahkan hasil visum pertama, di RS Polri Kramat Jati.
"Saya datang pas awal Juni, ke RSCM untuk nanyain hasil visum. Katanya 5 Juni hasil visum akan diambil," katanya. Namun, karena tidak ada perkembangan, ia langsung melaporkan ke beberapa pihak, yaitu Mabes Polri, Komisi Kepolisian Nasional, dan pimpinan DPR RI.
Setelah pelaporan tersebut dilakukan, katanya, kasus tersebut kemudian mulai berjalan lagi.
"Kami cuma khawatir, kalau kasus ini berhenti karena sampai sekarang belum ada penetapan tersangka," katanya.
Sementara itu, Kuasa hukum keluarga Renggo, Muhammad Yahya Matdoan, mengatakan, bahwa kasus tersebut berjalan di tempat.
"Ini merugikan klien kami. Karena proses penyidikan tidak ada perkembangan yang berarti," katanya.
Diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan yang dialami Renggo Khadafi (11), pelajar SDN Makasar 09 Pagi, Jakarta Timur, yang tewas diduga dianiaya oleh kakak kelasnya, Sy (13) ternyata cukup sadis.
Hal tersebut, terkuak setelah Renggo yang dalam sakit menceritakan kejadian itu kepada Yessi Puspa Dewi (31), yang merupakan kakak tiri sekaligus pengasuh Renggo selama ini.