Breaking News:

Wuih, Bocah Ini Lulus SMA di Usia 10 Tahun

Seorang bocah berusia 10 tahun berhasil lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia pun bercita-cita menjadi presiden.

Istimewa
Tanishq Abraham 

WARTA KOTA, CALIFORNIA - Normalnya, seseorang menyelesaikan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mereka di usia sektar 16 hingga 17 tahun.

Tapi hal berbeda dialami oleh seorang bocah di Northern California, Amerika Serikat.

Prestasi Tanishq Abraham, begitu anak lelaki itu disapa, tidak bisa dianggap remeh karena di usianya yang baru menginjak 10 tahun, ia berhasil menyelesaikan pendidikan setaraf SMA.

Karena prestasinya itu, Tanishq dinobatkan sebagai siswa termuda yang pernah lulus dari SMA.

Tanishq yang berasal dari Sacramento itu baru-baru ini merayakan kelulusannya bersama keluarga dan teman terdekat dalam sebuah pesta sederhana.

Bahkan, karena prestasinya yang tergolong langka itu, Tanishq dikabarkan sempat menerima surat ucapan selamat langsung dari Gedung Putih, pusat pemerintahan Amerika Serikat, tempat Presiden Barack Obama bermukim.

Tanishq sendiri menjalani proses homeschooling dan lulus dengan nilai sempurna. Menurut Tanishq, apa yang dicapainya saat ini bukanlah hal yang mudah.

“Cara bekerja otakku memang agak sedikit berbeda. Kalau kau menginformasikan sesuatu padaku, informasi lainnya tentang topik itu langsung muncul di kepalaku. Aku tidak tahu apa ini semua, tapi seperti itulah otakku bekerja,” ungkap Tanishq saat meladeni wawancara dengan sebuah media lokal di Sacramento.

Ibunda Tanishq, Taji, mengaku ia sudah mencurigai sejak lama bahwa putranya itu memiliki kemampuan khusus, tapi dia tidak menyadari itu sampai hasil tes IQ Tanishq keluar.

Dari hasil itu, Tanishq ternyata tergolong sebagai Mensa, kelompok orang-orang yang memiliki IQ tinggi yang berada dalam 2 persen teratas populasi dunia di usianya yang baru menginjak 4 tahun.

Setelah ini, kata Tanishq, ia berencana melanjutkan ke tingkat kuliah dan ingin menjadi seorang ilmuwan tapi juga presiden.

Dia sudah berencana akan masuk kuliah di University of California dan menemukan obat untuk menyembuhkan kanker.

Editor: Lucky Oktaviano
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved