Breaking News:

Pilpres 2014

Keluarga Korban Tragedi Trisakti 98 Dukung Prabowo-Hatta

Kabar pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Prabowo hanyalah isu yang dikembangkan para lawan politiknya

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Kompas Images/Kristianto Purnomo
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dari kubu koalisi Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto - Hatta Rajasa memaparkan visi misi saat Debat Capres - Cawapres bertema Pembangunan Ekonomi, Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum di Balai Serbini, Jakarta, Senin (9/6/2014) malam. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Keluarga para mahasiswa Trisakti yang gugur saat unjuk rasa besar-besaran di Jakarta Mei 1998 lalu atau yang dikenal dengan tragedi Trisakti 98, menyatakan dalam keterangan persnya yang diterima Warta Kota, Minggu (15/6) mendukung pasangan capres cawapres nomor urut 1 Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Dukungan ini secara tidak langsung menepis anggapan bahwa Prabowo merupakan pelanggar HAM yang terlibat dalam penembakan tewasnya 5 mahasiswa Trisakti saat itu.

Lasmiyati, ibu dari Hery Hertanto salah satu dari 5 mahasiswa Trisakti yang tewas kala itu, menyatakan kebulatan tekadnya mendung Prabowo-Hatta karena yakin Prabowo memiliki tekad untuk memperhatikan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Lasmiyati juga sangat yakin bahwa Prabowo tidak terlibat dalam penembakan anaknya baik langsung atau tidak langsung karena sudah mendengar penjelasan Prabowo kepadanya secara langsung.

"Prabowo punya tekad mensejahterakan rakyat dan kami ingin ia menjadi Presiden. Beliau sudah mendatangi kami dan bersumpah tidak terlibat atas penembakan anak saya. Dan saya meyakini itu," kata Lasmiyati dalam keterangan persnya, Minggu (15/6).

Ia menuturkan dalam pertemuan dengan Prabowo beberapa waktu lalu, selain dirinya juga hadir keluarga korban tragedi Trisakti 98 lainnya. Yakni Hira Teti, ibu dari korban tewas Elang Mulya Lesmana; lalu adik kandung Elang, RM Awangga; serta Karsiah, ibu dari korban Hendriawan Sie.

Seperti diketahui ada lima mahasiswa Universitas Trisakti yang tewas dalam penembakan gelap 12 Mei 1998 lalu. Mereka adalah Hery Hartanto, Elang Mulya Lesmana, Hendriawan Lesmana, Hafidin Royan, dan Alan Mulyadi.

Lasmiyati menjelaskan ia sudah mendapat keterangan secara langsung dari Prabowo saat bersama keluarga korban bertemu dengannya, pada pertengahan Mei lalu.

Ia mengaku prihatin dengan isu HAM yang dihembuskan untuk menyudutkan Prabowo saat ini.

Sementara ibu dan adik Elang Mulya Lesmana yakni Hira Heti dan Awangga yakin bahwa kabar pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Prabowo hanyalah isu yang dikembangkan para lawan politiknya.

Mereka pun menyatakan dukungan Prabowo karena menilai nasib Indonesia akan lebih baik di tangannya.

"Kami mendukung Prabowo karena yakin dengan kemampuan dan ketegasan beliau mampu membawa Indonesia lebih baik dan lebih sejahtera," kata Hira.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved