Kasatpol PP Jakpus: Warga Nggak Usah Jajan di PKL Ya
Kepala Satpol PP Jakarta Pusat mengimbau masyarakat agar tak jajan di PKL dan tidak parkir sembarangan di Tanah Abang
WARTA KOTA, TANAH ABANG - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Pusat, Yadi, mengimbau ke seluruh masyarakat DKI Jakarta, khususnya para pengunjung pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, agar tidak jajan di pedagang kaki lima (PKL) dan memarkir kendaraannya di tepi jalan.
"Masyarakat itu yang mengeluh dan melapor ke kita, tapi masyarakat juga yang melanggar. Bagaimana mau hilang PKL dan parkir liar? Secara mereka ada yang markir sana sini, jajan di dagangan PKL. Terus ngeluh lagi. Begitu aja terus. Kami minta agar masyarakat berhenti melakukan seperti itu," tegasnya kepada Wartakotalive.com, di teras Kantor Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (14/6/2014).
Pria berseragam cokelat ini pun mengatakan kembali, penertiban yang dilakukan selama dua kali dalam seminggu, akan terus dilakukan. Bahkan di hari libur pun akan rutin dilaksanakan dan mengerahkan lebih 150 anggota Satpol PP dan jajaran-jajaran lainnya.
"Saya katakan kembali, penertiban akan dilakukan dua kali dalam seminggu. Bahkan kita akan mengerahkan 150 anggota lebih Satpol PP dan jajaran lainnya. Biar ini menjadi efek jera untuk mereka," jelasnya.
Selain itu ia mengatakan, pihak Dinas Perhubungan Jakarta Pusat dan jajaran Satpol PP akan bergantian berpatroli melakukan pengawasan setiap 2 jam sekali. Dishub dan Satpol terus berkeliling di seluruh Kawasan Tanah Abang, baik memantau adanya kegiatan parkir liar, maupun PKL yang berani mencoba berdagang di trotoar dan jalan.
"Setiap dua jam sekali bergantian kita patroli. Biar tidak ada lagi parkir liar, dan PKL berjualan di kawasan Tanah Abang. Baik dari pihak Dishub yang memantau parkir liar, ataupun Satpol PP untuk memantau gerak-gerik PKL yang mau coba-coba berjualan di trotoar, ataupun di jalan. Gak akan lolos lagi kan kalo menggunakan metode ini," jelasnya (Panji Baskhara Ramadhan)