Piala Dunia 2014

Wow, Pembukaan Piala Dunia Jadi Hari Libur Nasional

Pemerintah Brasil resmi menjadikan hari pembukaan Piala Dunia pada Jumat (13/6) sebagai hari libur nasional.

Wow, Pembukaan Piala Dunia Jadi Hari Libur Nasional
Tribunnews
Stadion Itaquera, Sao Paulo. 

WARTA KOTA, SAO PAULO - ADALAH benar bila disebut sepak bola sudah menjadi gaya hidup orang Brasil. Tak hanya gemar memainkan si kulit bundar di manapun, orang Brasil juga sangat fanatik terhadap timnas selain tentu saja klub lokal yang mereka dukung. Tak heran karenanya, pemerintah Brasil resmi menjadikan hari pembukaan Piala Dunia pada Jumat (13/6) sebagai hari libur nasional.

Jauh jauh hari, publik Brasil memang sudah berpolemik soal pembukaan Piala Dunia yang bakal diisi laga tuan rumah kontra Kroasia. Yang jadi bahan polemik bukan soal demo atau pemogokan serikat pekerja, melainkan soal jadwal libur: haruskah mereka tetap bekerja saat Brasil menjalani laga perdana?

Pertanyaan itu kemudian terjawab setelah pemerintah masing masing negara bagian memberikan jatah libur bagi pekerja Brasil untuk menikmati laga perdana Piala Dunia 2014. Kebijakan yang pastinya disambut dengan penuh syukur.

Dengan demikian, saat laga pembuka di Stadion Itaquera Sao Paulo itu, semua kegiatan perkantoran diliburkan, begitu juga dengan sekolah. Bahkan kegiatan keagamaan pun harus mengalah untuk Piala Dunia.

Secara kebetulan, saya bertemu Romo Fernando Doren dari Paroki Santo Arnaldo Sao Paulo di Bandara Guarulhos, Senin (9/6) malam atau Selasa dinihari waktu Indonesia. Saya bertanya bagaimana kegiatan gereja saat semua perhatian publik Brasil tertuju ke Stadion Arena Corinthians atau Stadion Itaquera? "Biasanya ada misa misa setiap Kamis jam 19.30. Namun khusus pembukaan Piala Dunia maka ditiadakan," kata sang pastor sambil tersenyum.

Fernando mengakui bahwa itulah realitas masyarakat di Brasil. Tentu saja bukan hanya jemaat yang gemar sepak bola, sang pastor yang dikenal sebagai aktivis sosial itu diketahui sebagai fan berat Santos, klub yang membesarkan nama Neymar.

Kegiatan diundur
Sementara itu, di Paroki Divino Espirito Santo, yang terletak di Parque Regina kawasan Santo Amaro, Ketua Perkumpulan jemaat gereja itu, Dona Arnalda buru buru mengingatkan sang pastor, Clemens Naben akan dampak laga pembuka Tim Selecao, Kamis besok. "Harus adaptasi waktu misa, jemaat minta kegiatan diundur," kata Clemens meniru pesan dari jemaat.

Sang pastor 'terpaksa' juga mengikuti permintaan jemaat. "Jadi misa akan diundur menjadi jam 20.00, sementara kegiatan adorasi sebelum sakramen (doa dan pengakuan, Red) ditiadakan," kata pastor lulusan DWST Tagaytay Filipina itu.

Sementara itu di kawasan Mogi das Cruzes, Pendeta Suadi Adiwardana yang memimpin Igreja Crista Injili mengatakan tak ada kegiatan saat pembukaan Piala Dunia. Namun dia akui bahwa jemaat kerap menggelar nonton bareng di kawasan gereja saat ada siaran pertandingan sepak bola. "Biasanya sehabis ibadah mereka berkumpul lalu nonton bareng," kata Suadi.

Sepak bola sepertinya memang memengaruhi semua aspek kehidupan di Brasil. Bahkan akibat keputusan meliburkan hari kerja saat Brasil bertanding, sektor perdagangan di Brasil dipastikan bakal merana.

Sebuah penelitian dari Federasi Perindustrian Negara Bagian Rio de Janeiro (FIRJAN) memperkirakan sektor perdagangan bakal 'kehilangan' 262 juta reais atau sekitar Rp 1,4 triliun akibat jatah libur Piala Dunia. Sebenarnya para pelaku bisnis di sektor jasa di Rio de Janeiro bakal menikmati keuntungan setelah tujuh pertandingan yang bakal digelar di kota itu. Akan tetapi para pedagang yang mengeluh.

Persatuan Pedagang Tenan di Rio de Janeiro (Sindilojas) memperkirakan penurunan pendapatan sekitar tujuh persen. Dikutip Riotimesonline, Carlos Gonçalves, Presiden Sindilojas mengatakan, saat Brasil bertanding di Piala Dunia, semua akan berfokus pada pertandingan itu. "Kami bisa saja tetap buka, tetapi siapa yang akan beli baju, mobil atau sepatu di sini. Turis asing tak akan beli karena lebih mahal di sini," katanya.

Menurutnya kenaikan penjualan hanya akan terjadi pada produk bernilai tambah yang rendah di Basil seperti topi, tshirt dan cindera mata. (Tribunnews/ytz)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved