Penertiban PKL

Preman Monas Suap Pejabat DKI Rp 100 Juta

Kepala UPT Monas Firdaus Rasyid mengatakan, ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berkeliaran di Monas, dibekingi kurang lebih 29 preman.

Preman Monas Suap Pejabat DKI Rp 100 Juta
Warta Kota/angga bhagya nugraha
Petugas Satpol PP di bantu petugas UPT Monas menertibkan barang dagangan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nekat berjualan di area Monas, Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2014). Petugas menemukan barang dagangan yang disembunyikan di gorong-gorong hingga di panel listrik. Penertiban tersebut sebagai upaya pemprov DKI Jakarta untuk sterilisasi PKL di sekitar area Monas. 

WARTA KOTA, MONAS— Kepala Pengelola Taman (UPT) Monumen Nasional (Monas) Firdaus Rasyid mengatakan, ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berkeliaran di Monas, dibekingi kurang lebih 29 preman. Bahkan ia sempat ditawari beberapa preman Rp 100 juta perbulannya, agar membebaskan pedagang berdagang di dalam Monas.

"Saya sempat ditawari Rp 100 juta sama preman Monas. Saya diminta untuk membebaskan para pedagang. Terhitung menurut saya kurang lebih 29 preman ada di setiap sisi Monas," ujarnya saat diawawancarai Warta Kota, Rabu (11/06/2014), di Pintu Barat Daya Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Selain itu ia juga sempat juga ditawari uang sebanyak Rp 1,5 juta perhari untuk petugas keamanan.

"Gak hanya seratus juta perbulan, Rp 1,5 juta untuk pertugas perharinya saya sempat juga ditawarin," tuturnya.

Bahkan, pria yang sedang memantau kegiatan ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM) di acara Pekan Rakyat Jakarta (PRJ) Monas mengatakan, ia menolak keras sogokkan preman-preman Monas tersebut. Malahan, Firdaus sempat diancam akan di bunuh.

"Saya tolak mentah-mentah sogokkan mereka. Saya bilang ke mereka saya bekerja sesuai aturan pemerintah DKI Jakarta, jadi mohon maaf saya menolak. Penolakan saya itu malahan berubah menjadi ancaman. Mau bunuh saya lah, banyak sekali betuk ancamannya. Baik SMS atau telepon," jelasnya.

Ancaman preman tersebut menurut Firdaus ditanggapi santai. Ia hanya fokus membenahi Monas dan menghalau pedagang liar masih nekat berdagang di dalam Monas.

"Saya santai aja. Gue punya Allah kok," ucapnya singkat. (Panji Baskhara Ramadhan)

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved