Penumpang Sepi, Petugas Transjakarta Amari Istirahat Lama
Dengan beroperasinya Transjakarta selam 24 jam, menguntungkan para petugas yang shift malam. Istirahat mereka panjang
WARTA KOTA, BLOK M - Pegawai Transjakarta, baik petugas kasir di loket tiket, maupun petugas keamanan lainnya sedang bersantai lantaran sepinya penumpang. Mereka terlihat asik mengobrol di pinggir jalur halte busway.
Pengamatan Warta Kota, Koridor I halte busway Blok M - Kota sepi, terlihat beberapa petugas lainnya sedang bersantai ria sambil mengobrol dengan teman seprofesinya. Selain itu, terlihat halte tersebut berantakan dan kosong tak seorang pun menginjak lantai di halte tersebut.
Menurut petugas loket tiket, Rizki (30), penumpang membludak mencapai 106 penumpang saat memasuki pukul 22.00 hingga 23.00. Namun jika ditotal hingga pukul 01.30, sebanyak 157 calon penumpang angkutan malam hari (Amari) yang telah didatanya.
"Kalau ramainya itu pas jam 10 sampai 11 malam mas. Kesini-sininya mulai sepi, " tuturnya kepada Warta Kota, Selasa (3/6/2014), di lantai dasar terminal Blok M, Jakarta Selatan.
Selain itu ia mengatakan, lantaran masih masuk hari kedua menuju hari ketiga, penumpang Amari masih sepi. Dimungkinkan jika dari total penumpang 157 yang tercatat Senin (2/6) meningkat, maka akan program operasi 24 jam akan terus berjalan.
"Kalau dari jumlah yang sudah kita total meningkat kemungkinan ya operasi 24 jam terus berjalan. Tapi menurut saya memang masih terbilang sepi pas masuk hari kedua. Karena ya masyarakat pasti belum banyak tahu," ujarnya.
Selain itu Rizky mengatakan, untuk ketiga koridor antara lain di koridor I (Blok M-Kota), koridor III (Kalideres-Harmoni), dan koridor IX (Pluit-Pinangranti) yang beroperasi 24 jam, hanya disuguhi masing-masing enam unit armada bus dan dua bus cadangan.
"Setiap koridor itu diberi 6 unit dan 2 bus. Diberi cadangan kemungkinan takut adanya pembludakan penumpang amari," tuturnya.
Ia menuturkan, dengan adanya shift malam atau operasi 24 jam bisa menguntungkan supir armada Transjakarta. Ia berpendapat jam istirahatnya makin lama dan mengemudi pun tidak terhambat karena mengantuk.
"Coba saja mas liat sendiri, penumpang sepi. Tidak ada sama sekali jam segini. Adanya operasi 24 jam dan sistem kerja shift justru sangat menguntungkan pengemudi, karena waktu istirahatnya lebih panjang serta stamina dalam mengemudis selalu terjaga biar nggak ngantuk," ucapnya. (Panji Baskhara Ramadhan)