Minggu, 12 April 2026

Kasus Sampah

Halaman SDN 04 Kebon Sirih Jadi Tempat Buang Sampah

Suasana sekolah yang harusnya nyaman tak bisa didapatkan oleh siswa/siswi dan guru-guru di SDN Kebon Sirih 04 dan 08.

Editor: Suprapto

WARTA KOTA, MENTENG - Suasana sekolah yang harusnya menjadi tempat belajar mengajar yang nyaman tak bisa didapatkan oleh siswa/siswi dan guru-guru di SDN Kebon Sirih 04 dan 08, Menteng, Jakarta Pusat.

Hal ini karena penghuni bangunan di sebelah sekolah, yakni gedung bekas Hotel Bali tersebut membuang limbah ke pekarangan belakang sekolah mereka.

Ditemui Senin (2/6/2014) sore di gedung SDN Kebon Sirih 04, Jalan H Agus Salim 57, Menteng, Jakarta Pusat, Kepala Sekolah SDN Kebon Sirih 04, Ashadi, mengatakan, "kejadiannya sebenarnya sudah dari 2011, saat saya baru menjabat, tapi saat itu saya beserta tiga orang lainnya termasuk kepsek 08 didampingi guru olahraga sudah bilang sama penanggung jawab gedung eks Hotel Bali yang terbakar itu, kemudian dia terima dan dibuatkan saluran pembuangan, tetapi besoknya pengguni membuang sampah berplastik-plastik ke sini. Pernah juga kasur bekas dibuang ke sini."

Ashadi juga mengungkapkan bahwa ia dan guru-guru pernah mengadakan kegiatan kerja bakti membersihkan sampah-sampah yang dibuang oleh penghuni sebelahnya itu dan saat itu mereka mendapati kantong plastik berisi kotoran manusia, pembalut bekas, pakaian dalam bekas, hingga botol plastik berisi urine manusia. Menurutnya, pihaknya telah mengupayakan dengan mendatangi penanggung jawab gedung bekas hotel tersebut, tetapi kejadian ini terjadi berulang kali hingga saat ini.

Diamini oleh rekannya, Suliya, Kepala Sekolah SDN 08 Kebon Sirih yang baru menjabat 2 bulan di sana, gedung sekolah dasar itu memang kondisinya baik. Hal yang membuat tak baik adalah setiap belajar, murid kelas VI SDN 08 Kebon Sirih yang kelasnya bersebelahan dengan lokasi tempat pembuangan limbah tersebut menjadi terganggu kenyamanannya karena bau tak sedap yang ditimbulkan oleh limbah tersebut.

"Anak-anak selalu mengeluh kebauan ketika belajar," ujar Suliya.

Pantauan Wartakotalive.com di lapangan, memang lokasi pembuangan limbah tersebut nampak tak enak dipandang. Bau khas limbah memenuhi lorong di belakang sekolah tersebut. Sampah-sampah seperti kantong plastik, botol, semacamnya memenuhi gundukan setinggi kurang lebih 40cm itu.

Meski begitu, Ashadi mengatakan bahwa Lurah Kebon Sirih, Camat Menteng, Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Pusat serta Walikota Jakarta Pusat telah melakukan peninjauan di SD bertingkat tiga tersebut.

Menurutnya, pihak Walikota Jakpus menginstruksikan kepada pihak kelurahan untuk membereskan persoalan ini. Ashadi melanjutkan, langkah yang diambil oleh pihak kelurahan adalah pihak kedua sekolah beserta pihak kelurahan akan melakukan kerja bakti bersih-bersih pekarangan belakang yang menjadi tempat pembuangan limbah tersebut pada Sabtu mendatang.

Selain itu, pihak kecamatan melalui Camat Menteng, tambah Ashadi, akan memanggil penanggung jawab bangunan tua yang kini ditempati oleh penyewa kamar itu untuk menutup rapi tembok mereka yang berbatasan langsung dengan sekolah. Jika tidak dilakukan, maka pihak kecamatan akan membongkar bangunan tersebut, ujar Ashadi.

Pihak sekolah berharap agar permasalahan ini cepat tuntas karena kepala sekolah menganggap bahwa hal ini akan mengurangi penilaian terhadap sekolahnya. (Agustin Setyo Wardani)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved