Tip Sehat

Ini Tanda-tanda Ketika Perempuan Kurang Minum

Gejala dehidrasi ringan pada wanita menyebabkan turunnya tingkat kewaspadaan visual, mudah bingung, mudah marah dan tegang

Ini Tanda-tanda Ketika Perempuan Kurang Minum
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Minum air putih ternyata tak hanya dibutuhkan untuk mencegah rasa haus, tapi juga untuk menyehatkan badan secara keseluruhan. Dan, perempuan ternyata lebih mudah mengalami dehidrasi ringan  karena kurang minum ketimbang pria. Anda patut curiga bila tanda-tanda kurang minum ini mulai nampak pada diri Anda.

Pada sebuah penelitian, kata dr Saptawati Bardosono, MSc , spesialis gizi dari Universitas Indonesia, seorang pria dan wanita diminta untuk melakukan aktivitas dalam durasi waktu tertentu. Sampai suatu ketika, keduanya sudah kekurangan cairan sebanyak 1,3 persen dari berat badannya.

“Wanita akan lebih mudah mengalami gejala dehidrasi ringan. Sementara pada pria (dehidrasi terjadi) ketika sudah kehilangan 1,5 persen cairan dari berat tubuhnya,” ungkap Saptawati.

Gejala dehidrasi ringan pada wanita, papar dr Saptawati, akan menyebabkan turunnya tingkat kewaspadaan visual, mudah bingung, mood swing, sulit berkonsentrasi, sulit menyelesaikan tugas, mudah lelah, mudah marah dan tegang, serta sakit kepala. Sementara pada pria gejala yang timbul antara lain turunnya tingkat kewaspadaan, mudah lelah, mudah marah, cemas dan tegang, serta daya ingat dan visual menurun.

Sehingga dapat disimpulkan, “Berdasarkan penelitian ini wanita lebih rentan atau lebih mudah mengalami gejala dehidrasi ringan ketika ia mulai kekurangan cairan pada tubuhnya. Misalnya saja, seorang wanita makan siang tapi ia lupa minum air putih sesudahnya. Sejam kemudian, ia pasti akan mengalami ketegangan, mudah marah, dan pusing.”

Untuk mengetahui apakah tubuh kita sudah mengalami dehidrasi ringan dan membutuhkan tambahan cairan, Health Marketing Director Danone Aqua dr Pradono Handojo, MHA, atau biasa disapa dr Jack, menyarankan agar kita senantiasa memeriksa keadaan hidrasi berdasarkan warna urin secara rutin, yang disebut PURI (Periksa Urin Sendiri).

“PURI mudah dilakukan karena bisa kapan saja, kecuali saat pertama bangun pagi, karena urin masih dalam keadaan lebih pekat. Cara melakukan PURI, cukup dengan menampung urin dalam wadah bening saat berkemih," papar dr Jack.

Setelah itu, perhatikan warna urin di bawah cahaya matahari atau lampu neon putih. Apakah berwana kuning terang, yang artinya terhidrasi dengan baik, atau kuning pekat yang artinya kekurangan cairan. Namun perlu Anda ketahui juga, warna urin mungkin juga dipengaruhi oleh makanan atau obat-obatan yang dikonsumsi.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved