Shinta Bella Kembangkan Bisnis Suvenir
Di tengah keterpurukan usaha keluarganya itu, Bella mencoba mengambil alih bisnis tersebut
Penulis: Ign Agung Nugroho |
WARTA KOTA, PALMERAH - Sudah empat tahun belakangan ini, artis Shinta Bella (35) menggeluti bisnis aneka suvenir dengan label Bella Suvenir.
Saat merintis usahanya itu, jatuh bangun pun sempat dirasakan Bella yang selama dikenal sebagai biduan, presenter dan model iklan itu.
Bisnis suvenir yang sekarang ditekuni artis yang dikenal sebagai presenter musik dangdut "Sik Asyik" di SCTV itu dirintis awal tahun 2002 oleh ibu dan adiknya.
Saat itu, Bella tidak ikut terlibat dalam usaha keluarganya, karena ia sudah menikah dan fokus mengurus keluarga kecilnya.
"Jatuh bangun sempat dilalui mama sama adikku. Mereka jungkir balik untuk bertahan," kata Bella kepada Warta Kota baru-baru ini.
Cerita Bella, saat itu persaingan tidak sehat antarsesama pelaku usaha pun sempat terjadi. Sampai akhirnya usaha yang dirintis ibu dan adiknya dari awalnya maju sampai akhirnya bangkrut dan toko tempat usaha tersebut dikontrakan pada orang lain.
Di tengah keterpurukan usaha keluarganya itu, Bella mencoba mengambil alih bisnis tersebut. Saat itu, ia berniat membuka usaha itu kembali untuk mengisi waktu dan mencari kegiatan yang menguntungkan, sekaligus membantu orangtuanya.
Namun, saat terjun langsung mengurusi usaha tersebut, dalam waktu singkat pemain sinetron Tuyul Mbak Yul dan Gara-Gara itu pun mengaku langsung jatuh cinta dengan apa yang dia kerjakan.
Singkat cerita, Bella pun bertekad untuk membangkitkan kembali usaha keluarganya yang terpuruk. Ia langsung memegang kendali dan memulai dari awal lagi.
"Puji Tuhan, saat itu Bella Suvenir berangsur-angsur sembuh dari krisis dan boleh dikatakan berjaya kembali dan akhirnya masih bertahan sampai sekarang, walaupun badai dan topan selalu datang," ungkap Bella.
Saat ini produk suvenir yang dipasarkan Bella beragam, di antaranya, ransel TK, SD berkarakter, stastionary, handuk, selimut, jam dinding, hingga pernak-pernik sovenir produk lokal maupun impor.