Pengamat: Monorel Tidak Efektif Atasi Kemacetan Jakarta
Pengerjaan proyek moda transportasi massal berbasis rel, monorel tidak terlalu efektif dalam memecahkan kemacetan
WARTA KOTA, KUNINGAN - Pengamat Transportasi, Darmaningtyas mengatakan pengerjaan proyek moda transportasi massal berbasis rel, monorel tidak terlalu efektif dalam memecahkan kemacetan yang melanda Ibukota Jakarta.
Pasalnya, jalur dari monorel sendiri tidak untuk masyarakat dari daerah kota penyangga seperti Bogor, Depok, dan Tangerang. "Saya sudah bilang dari dulu bahwa monorel adalah transport makan siang," kata Darmaningtyas di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (24/5/2014).
Dia menjelaskan bahwa rute monorel sendiri tidak menghubungkan daerah pemukiman. Namun, kata dia, jalur monorel adalah untuk tujuan perjalanan. Dimana rute monorel seperti Kuningan dan Senayan merupakan daerah untuk makan siang.
"Saya sudah berkali-kali mengatakan ke PT Jakarta Monorail berdasarkan survei demannya. Kita amati adalah perjalanan monorel hanya untuk tujuan perjalanan. Kalau untuk transportasi umum efektif menghubungkan asal dan tujuannya," pungkasnya.
Seperti diketahui, rute proyek ini ada dua yaitu untuk jalur hijau (green line) sepanjang Kuningan-Senayan dan jalur biru (blue line) Kampung Melayu-Tomang.
Untuk soil test akan dilakukan di 150 titik untuk tiang monorel sepanjang 13 Kilometer. Namun, hingga saat ini perjanjian kerjasama dengan Pemprov DKI belum disepakati. Sehingga, proses konstruksi belum berjalan.