Pemilihan Presiden 2014
Kader Partai Golkar yang Tak Dukung Prabowo Hatta Diminta Mundur
Putusan Ical tidak maju sebagai Capres maupun Cawapres dalam Pilpres sudah sesuai dengan mandat yang diberikan Rapimnas.
Penulis: Sri Handriyatmo Malau |
WARTA KOTA, SLIPI -Wakil Ketua Umum Partai Golkar Sharif Cicip Sutarjo menegaskan keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) telah memutuskan untuk memberikan mandat kepada Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical). Mandat itu untuk memutuskan akan maju sebagai Calon Presiden (Capres) atau Wakil Presiden (Cawapres) dan menentukan arah koalisi menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.
Karena itu, Menteri Kelautan dan Perikanan ini melihat putusan Ical tidak maju sebagai Capres maupun Cawapres dalam Pilpres sudah sesuai dengan mandat yang diberikan Rapimnas. Sehingga menurutnya, jika ada kader Partai yang tidak menjalani hasil Rapimnas dipersilakan mundur.
Apalagi, Ketua Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Golkar ini mengingatkan, berdasarkan AD/ART bahwa keputusan Rapimnas adalah keputusan tertinggi sebelum Munas. Sehingga itu harus dijalankan.
"Kita ini berpolitik ini berbudaya, mempunyai komitmen dan etik kita harus jalankan. Kalau dia tidak sesuai dengan dan tidak patuh dengan hasil Rapimnas ya dia lebih baik mengundurkan diri," tandas Cicip sebelum digelarnya rapat pleno Pengurus Harian di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Jakarta, Kamis (22/5/2014) malam.
Mundur yang dimaksud Cicip adalah mundur dari jabatan atau kepengurusan Partai. Tetapi tidak sebagai Kader Partai Golkar.
"Kalau dia sudah memiliki ketetapan ingin ketempat lain, silakan. Tapi tidak diberhentikan sebagai kader. Dia hanya berhenti sebagai pengurus dan menanggalkan atribut partai. Itu saja," jelasnya.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Luhut Pandjaitan telah mundur dari partai karena memilih menjadi pendukung capres Joko Widodo (Jokowi). Selain Luhut, Selasa (20/5/2014) lalu, sejumlah kader muda Golkar, seperti Agus Gumiwang Kartasasmita, Indra J piliang, Poempida Hidayatullah dan Meutya Hafidz 'mbalelo'. Mereka menyatakan mendukung pasangan capres-cawapres dari PDIP Jokowi-JK.