Badan Intelijen Negara Siapkan Data untuk Presiden Pemenang Pilpres

Data dan kajian tersebut diprediksi valid hingga akhir masa jabatan presiden baru pada tahun 2019 nanti.

Badan Intelijen Negara Siapkan Data untuk Presiden Pemenang Pilpres
Tribunnews.com/Abraham Utama
Editor buku berjudul Menyongsong 2014-2019: Memperkuat Indonesia Dalam Dunia Yang Berubah , Wawan Purwanto dan Muhammad AS Hikam, memberikan keterangan pers di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (20/5/2014). Penerbitan buku ini merupakan hasil kerja sama BINdan LKBN Antara. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Badan Intelejen Negara (BIN) sudah menyiapkan data dan kajian terkait permasalahan strategis seperti pertahanan, keamanan, politik, dan energi untuk presiden yang akan terpilih pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Data dan kajian tersebut diprediksi valid hingga akhir masa jabatan presiden baru pada tahun 2019 nanti.

Seluruh hasil kajian BIN itu dituangkan dalam buku berjudul 'Menyongsong 2014-2019: Memperkuat Indonesia Dalam Dunia Yang Berubah'. Pengerjaan penelitian ini dikoordinasi Dewan Analis Strategis (DAS) BIN melibatkan belasan akademisi seperti Anies Baswedan dan Kurtubi.

Wawan Purwanto, satu dari empat editor buku ini, mengatakan data-data ini penting sebagai dasar pengambilan kebijakan negara. "Tanpa data yang valid, akan muncul kesesatan dan kerancuan kebijakan," ujarnya usai peluncuran bedah buku ini di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

Materi yang dikaji dalam buku ini antara lain wilayah-wilayah di dalam negeri yang rawan konflik. Dengan data ini, menurut Wawan, pemerintah bisa menentukan skala prioritas keamanan.

Meskipun dikerjakan dalam kurun waktu April 2013 hingga Februari 2014, Wawan meyakini hasil kajian ini akan tetap relevan dengan kondisi yang akan dihadapi presiden Indonesia terpilih.

"Bila memang harus ada revisi, angka-angkanya tidak akan jauh berubah, kecuali terjadi revolusi. Namun, saya rasa itu berlebihan karena negara kita berjalan dalam koridor yang benar," tuturnya.

Kajian yang dilakukan DAS BIN ini merupakan implementasi tugas dan fungsi pokok BIN untuk melakukan deteksi dini dan memberikan pertimbangan dalam pembuatan kebijakan nasional.

Berbeda dari kebiasaan sebelumnya, kajian ini dapat diakses masyarakat luas. Muhammad AS Hikam menuturkan versi digital buku ini sudah bisa diunduh mulai Senin (26/5/2014).

"Semakin banyak yang membaca dan mendiskusikan maka akan semakin baik," ucap mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi ini. (Abraham Utama)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved