Minggu, 12 April 2026

Infrastruktur Jakarta

Proyek Stadion BMW Terganjal Deklarasi Jokowi

Pencanangan proyek stadion BMW Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/5) akhirnya tertunda.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Suprapto

WARTA KOTA, TANJUNGPRIOK— Pencanangan proyek pembangunan stadion BMW (Bersih Manusiawi Wibawa) Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara,  Senin (19/5) akhirnya tertunda. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang sedianya hadir untuk melakukan pencanangan tidak bisa hadir. Hal ini disebabkan orang nomor satu di DKI itu sedang mendaftarkan dirinya ke Kantor Pemilihan Umum (KPU) untuk mengikuti pemilihan presiden 2014.

"Pencanangan untuk saat ini ditunda, karena Pak Jokowi sedang mendaftarkan diri ke KPU. Penundaan belum diketahui sampai kapan, nanti akan direncanakan lagi," ujar Wakil Wali Kota Jakarta Utara Tri Kurniadi di Taman BMW, Jakarta Utara, pada Senin (19/5) siang.

Tidak hadirnya Jokowi dalam peresmian ini, membuat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari kalangan Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta serta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akhirnya membubarkan diri.

Tri Kurniadi melanjutkan, rencananya hari ini Jokowi akan meresmikan pencanangan dengan membuka baliho, bertanda dimulainya proyek pembangunan. "Selain itu kami berencana akan memasangkan pagar di sekeliling proyek berbahan beton setinggi tiga meter," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Junaedi selaku Sekretaris Kota Jakarta Utara, mengatakan saat ini kepemilikan sertifikat lahan yang diperoleh pemerintah baru seluas 12,5 hektar dari 26,5 hektar yang akan dibangun stadion.

Sementara sisa lahan seluas 14 hektar, lanjut Junaedi, saat ini masih dalam proses pembuatan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sedangkan soal masih adanya warga yang menempati lahan, Junaedi mengatakan pada Rabu (21/5) nanti pihaknya beserta BPN akan menegaskan batasan lahan mana yang bersertifikat.

Sementara itu, Ratiyono, Kepala Dinas Olah Raga dan Pemuda DKI Jakarta, mengatakan sejak Sabtu (17/5) lalu satu unit ekskavator sudah masuk ke kawasan proyek untuk meratakan tanah. Ratiyono pun enggan berkomentar kembali dan langsung berlalu dengan mobil dinasnya.

Pengamatan Warta Kota menunjukkan, tampak satu unit ekskavator tipe long masuk ke kawasan stadion BMW. Alat berat itu tampak meratakan tanah dengan memindahkan gundukan tanah ke permukaan tanah yang dangkal. Lahan seluas 26,5 hektar ini masih berupa gundukan tanah dan puing-puing bangunan serta semak belukar setinggi dua meter.

Lokasi ini juga dijadikan tempat usaha oleh beberapa warga sekitar. Jenis usaha itu adalah jual-beli barang bekas, pasir bangunan dan warung makan. Mereka mendirikan lapak itu berbahan kayu dan beratapkan asbes. Mereka yang kebanyakan asli Jawa Timur ini sudah menempati lahan berkisar tahun 2007.

Sari (24) salah seorang warga yang menempati lahan tersebut mengaku, dirinya mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta untuk membangun stadion bertaraf internasional. Sari mengatakan, sudah enam tahun dirinya menempati lahan tersebut untuk membuka usaha warung makannya.

Ia pun berencana pindah ke tempat lain, apabila Pemprov tetap membangun stadion di lokasi tersebut. "Saya siap saja kalau disuruh pindah, yah nggak apa-apa di sini saya juga hanya menggarap lahan saja," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved