Jumat, 17 April 2026

Mahasiswi Hilang

Sebelum Drop Out Ayu, Direktur PNJ Mengaku Ditelepon Humas Kemendikbud

Sebelum menandatangani dan mengeluarkan putusan untuk mendrop out Ayu, Direktur Politeknik Negeri Jakarta mengaku ditelepon Humas Kemendikbud.

Penulis: Budi Sam Law Malau |

WARTA KOTA, DEPOK - Sebelum menandatangani dan mengeluarkan putusan untuk mendrop out Shara Meilanda Ayu (20) alias Ayu, Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Abdillah mengaku ditelpon Humas Kemendikbud.

"Beliau menanyakan apakah keputusan pemutusan studi atau drop out Ayu bisa dibatalkan atau dimaafkan. Saya bilang secara umum cukup berat untuk dia kuliah lagi," kata Abdillah saat ditemui Warta Kota, Jumat (16/5/2014) usai audiensi dengan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail.

Abdillah mengatakan, ia sudah menandatangani dan mengeluarkan surat keputusan (SK) pemutusan studi beasiswa atas Ayu, Jumat (16/5/2014).
Menurutnya, ini berarti Ayu secara resmi sudah di drop out (DO) dari kampus yang dipimpinnya.

Ayu adalah mahasiswa yang dilaporkan ayahnya Sugiyanto (45) kabur dan menghilang bersama pacarnya ke Babel sejak 10 April. Ayu, merupakan mahasiswa yang mendapat beasiswa langsung dari Mendikbud, setelah Sugiyanto hendak menjual ginjalnya untuk menebus ijazah SMA Ayu. Beruntung hal itu belum terjadi karena Mendikbud M Nuh turun tangan dan memberi beasiswa langsung ke Ayu.

Ayu kuliah di PNJ dengan mengambil jurusan Administrasi Niaga, program D3.
Abdillah menjelaskan ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan pihaknya, sebelum akhirnya memutuskan mendrop out Ayu.

"Pertimbangannya dengan melihat beberapa hal. Yakni kemampuan akademik, kedisiplinan kuliah dan penilaian atas minat yang bersangkutan. Ternyata semuanya tidak memadai," kata Abdillah.

Menurut Abdillah, dari kemampuan akademik Ayu dianggap sangat kurang dimana nilai IPK nya hanya 2,3. Selain itu, tingkat kehadirannya sangat kurang.
"Ia bahkan sudah di SP 3, karena hal itu dan tidak menhikuti ujian tengah semester," kata Abdillah.

Selain itu, kata Abdillah, Ayu dinilai tampak tak berminat atas pelajaran kuliah yang diikutinya. "Selain kemampuan akademik dan tingkat kehadiran yang rendah, anaknya sepertinya tidak berminat kuliah di PNJ," kata Abdillah.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved