Pembersihan Monas
Leher Tugu Monas Paling Kotor
Area leher tugu Monas merupakan bagian paling kotor dan menjadi fokus untuk dibersihkan.
WARTA KOTA, GAMBIR-- Kepala Unit Pengelola Tugu Monas Rini Hariyani menyatakan pembersihan tuhu Monas fokus pada bagian leher. Bagian itu paling rawan kotor karena polusi udara dan perubahan cuaca.
"Sebenarnya pembersihan Monas yang dimulai tanggal 9 Mei itu, yang paling fokus dibersihkan adalah bagian lehernya. Bagian paling kotor dan sulit karena sering hujan," tuturnya kepada Warta Kota, di area tugu Monas, Kamis (15/05/2014).
Ia menambahkan kotornya bagian leher Monas disebabkan karena polusi udara. Debu menumpuk dan mengubah warna batu marmer di tugu.
"Batunya itu berubah warnanya jadi mulai kehitam-hitaman. Sedangkan warna aslinya agak keputihan. Bagian leher itu kotor sekali karena polusi udara," tuturnya.
Rini berharap bagian leher Monas bisa bersih total dan warna asli batu marmernya tidak hilang. Selain itu fasilitas penunjang lainnya yang ada di Monas beroperasi tanpa gangguan untuk melayani pengunjung.
"Saya sangat berharap agar baik bagian leher yang paling kotor dan seluruhnya bersih total dari debu. Serta fasilitas pelayanan untuk masyarakat yang ada di Monas, kita upayakan untuk tidak berkendala lagi," tuturnya. Beberapa waktu lalu pengunjung dikejutkan dengan macetnya lift Monas. (Panji Baskhara Ramadhan)