Breaking News:

Bayi Ini Punya Dua Wajah saat Dilahirkan

Seorang bayi berwajah dua dengan otak terpisah dilahirkan di Australia.

Editor: Lucky Oktaviano
YouTube
Hope dan Faith, bayi kembar siam berwajah dua, dilahirkan di Australia. Kondisi semacam ini hanya pernah terjadi 35 kali di seluruh dunia dan tak satupun kembar siam berwajah dua itu berumur panjang. 

WARTA KOTA, SYDNEY - Seorang bayi berwajah dua dengan otak terpisah dilahirkan di Australia. Media setempat, Senin (12/5/2014), menggambarkan bayi ini sebagai "pejuang kecil Australia".

Bayi perempuan ini adalah putri pasangan Renee Young dan Simon Howie asal kota Sydney.

Sejak usia kandungan 19 pekan, pasangan ini sudah mengetahui bayi mereka akan lahir dengan kondisi yang langka.

"Meski hanya ada satu tubuh, kami tetap menyebutnya kembar. Bagi kami, mereka adalah putri kami dan kami mencintai mereka," kata Howie kepada majalah Woman's Day.

Renee Young melahirkan lewat proses operasi sesar pada Kamis pekan lalu, lebih cepat enam pekan dari jadwal kelahiran yang diperkirakan.

Hope dan Faith, begitu nama bayi tersebut, memiliki satu tengkorak dengan bentuk yang tak lazim dengan wajah yang sama, tetapi otak yang terpisah. Namun, mereka hanya memiliki satu organ tubuh lainnya.

Saat ini, Hope dan Faith masih dirawat di ruang perawatan intensif rumah sakit anak-anak Westmead di Sydney. Sejauh ini, kondisi mereka dikabarkan sangat baik.

"Mereka bernapas dengan sempurna dan bisa menerima makanannya. Mereka benar-benar pejuang Australia," kata Howie.

Majalah Woman's Day menyatakan, bayi kembar siam ini lahir dalam kondisi yang sangat langka dan belum diketahui dampaknya terhadap kesehatan mereka. Namun, tim dokter mengawasi mereka dengan sangat ketat.

"Kami tak tahu berapa lama mereka akan berada di rumah sakit," kata Howie yang bersama istrinya sudah memiliki tujuh anak. "Kami hanya ingin membawanya pulang ke rumah dan membuat keluarga kami lebih besar dan ramai," tambah dia.

Di seluruh dunia, hanya 35 bayi yang mengalami kondisi dengan dua wajah dan tak satu pun dari mereka berumur panjang.

Sementara itu, sang ibu, Renee Young, mengatakan dokter tak mengetahui nasib bayinya itu pada masa depan.

"Kami kini berada di wilayah yang tak diketahui. Namun, saya bangga karena mereka bisa melewati hari-hari ini di tengah banyak keraguan," ujar Renee.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved