Beladiri

Istri Politisi Sibuk Latihan Bela Diri

Aksi kejahatan di Ibu Kota Jakarta membuat cemas kaum perempuan. Para istri pun membekali diri dengan bela diri

Istri Politisi Sibuk Latihan Bela Diri
rimanews
Keluarga Anis Matta dan istrinya Anaway 

WARTA KOTA, PALMERAH - Aksi kejahatan di Ibu Kota Jakarta membuat cemas kaum perempuan. Para istri pejabat, istri pengusaha, dan sosialita lainya kini sibuk membekali diri dengan ilmu bela diri.

Anaway Iriani Mansyur, istri pertama Presiden Partai Kesejahteraan Sejahtera (PKS) Anis Matta adalah salah satu istri pejabat yang menyempatkan diri berlatih ilmu bela diri khusus wanita. Anaway berlatih bela diri di Women Self Defense of Kushin Ryu (WSDK) mengambil kelas privat.

Setiap pekan, pelatihnya, Eko Hendrawan Sofyan datang dari Bandung ke Jakarta untuk melatih istri petinggi PKS ini. Hasilnya, Anaway kini jauh lebih berani menghadapi penjahat.

Ketika spion mobilnya akan dicuri penjahat di tengah kemacetan arus lalu lintas di Jakarta beberapa waktu lalu, dia langsung bertindak. Tanpa rasa takut dia turun dari mobil menghajar penjahat sambil berteriak. Malingnya terkejut dan lari tunggang langgang menerobos kemacetan untuk menyelematkan diri dari kejaran warga.

Sementara itu, Mariani (42), pengusaha Toko Sembako di Jakarta Utara bahkan mampu mempermalukan seorang tukang tambal ban yang akan memukul diriiya, beberapa waktu lalu. Mariani mampu menghindari pukulan sekaligus mendorong sampai lelaki besar itu terjatuh.

Padahal, kata Mariani, dia baru enam bulan berlatih Kungfu Wing Chun, yakni bela diri praktis untuk perempuan. Mariani berlatih bela diri di Perguruan Kungfu Harimau Besi.

Kepada Warta Kota, Maraiani pekan lalu bercerita, saat itu dia pergi ke Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara. Ketika sampai di lokasi tujuan, dia memarkir mobilnya di depan sebuah tempat tambal ban.

Rupanya si tukang tambal ban yang berbadan besar dan gemuk ini jengkel lapaknya terhalang mobil. Tukang tambal ban langsung mengamuk, dia memaki-maki Mariani.

Dimarahi di depan orang banyak, Mariani berbalik marah. Rupanya si tukang tambal ban bertambah kesal sehingga menghujamkan sebuah pukulan ke arah Mariani. Mariani pun segera menggeser tubuhnya. Dia kemudian membalasnya dengan sebuah dorongan. Tukang tambal ban itupun ambruk.

Mukanya memerah. Belum sempat membalasnya lagi dua petugas Satpol PP datang. Kebetulan dua orang itu berada tak jauh dari lokasi keributan. Ia digiring ke Pos Polisi sambil tertunduk dan minta maaf berulang kali. Padahal tangannya kesakitan karena membentur pembatas jalan. (Harian Warta Kota)

Baca selengkapnya di Harian Warta Kota Edisi Senin, 12 Mei  2014

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved