Transportasi Jakarta

Kadin DKI Dorong Bus Listrik untuk DKI

Kadin DKI Jakarta menandatangani kerjasama dengan PT Sarimas Ahmadi Pratama untuk mengembangkan bus listrik.

Warta Kota/Ahmad Sabran
Ketua Kadin DKI dan Asisten Deputi Gubernur DKI bidang transportasi coba bus listrik, Rabu (7/5/2014). 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta menandatangani kerjasama dengan PT Sarimas Ahmadi Pratama untuk mengembangkan bus listrik.

Tenaga bus ini bisa diisi ulang batere di mana saja karena menggunakan voltase listrik 220 volt, sesuai dengan standar Indonesia.

Rencananya, Kadin DKI akan mengajukan salah satu anggotanya ini agar produknya bisa diterima Pemprov DKI Jakarta.

Chairman PT Sarimas Ahmadi Pratama Dasep Ahmadi menjelaskan bus listrik merek Ahmadi buatannya menghabiskan waktu riset selama 2 tahun hingga bisa diproduksi massal.

Dalam 1 tahun, perusahaannya dapat memproduksi 100 unit bus listrik dengan harga kisaran di atas Rp1 miliar lebih.

“Kalau Pemprov DKI mau beli, kita bisa produksi 100 bus,” ujarnya dalam acara rapat pimpinan Kadin DKI Jakarta di hotel Four Season, Jakarta Selatan.

Dasep mengakui harga bus listrik kapasitas 18 penumpang tersebut lebih mahal dibandingkan dengan bus diesel sejenis sekitar Rp 800 juta.

Namun karena kendaraan ini hanya membutuhkan listrik, maka operasional akan lebih hemat. Ia mengatakan, untuk mengisi ulang baterai, dibutuhkan waktu sekitar enam jam. Sedangkan untuk pengisian cepat, bisa hanya 45 menit.

“Jarak tempuhnya 100-120 kilometer," kata Ahmadi yang juga merupakan Ketua Umum Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma).

Ia mengatakan, sejumlah BUMN sudah membeli produknya yakni BRI, PGN dan Ristek. Ia mengaku belum menawarkan bus ini ke Pemprov DKI Jakarta.

Namun ia mengklaim produknya bisa digunakan dengan tangguh untuk menggantikan Kopaja dan Metro Mini.

Bus listrik ini memiliki tempat duduk menyamping dan dilengkapi perangkat audio dengan transmisi otomatis. Kedua sisi dilengkapi pintu geser sehingga memungkinkan keluar dari sebelah kanan dan kiri.

Ketua Kadin DKI Eddy Kuntadi mengatakan, Kadin DKI akan memberi sosialisasi kepada publik bahwa bus listrik ini aman untuk dikendarai.

“Kita juga mau menyadarkan Pemprov DKI, bahwa ada lho anggota kita yang bisa membuat bus seperti ini, kalau permintaan besar, pasti harga bisa lebih murah, produksinya bisa disinergikan dengan karoseri sehingga produksi massal bisa lebih cepat. Selama ini banyak pertanyaan soal bus listrik, kita siap menjawabnya,” jelasnya.

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved