Kecelakaan Kerja

Dua Pekerja Terjatuh Dari Bangunan Proyek

Peristiwa naas menimpa dua orang pekerja bangunan di sebuah areal proyek pembangunan gedung perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman, Kebayoran Baru

Dua Pekerja Terjatuh Dari Bangunan Proyek
warta kota
Ilustrasi tewas terjatuh

Laporan Reporter Wartakotalive.com, Dwi Rizki

Kebayoran Baru, Wartakotalive.com
Peristiwa naas menimpa dua orang pekerja bangunan di sebuah areal proyek pembangunan gedung perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (06/05/2014).

AKBP Anom Setiaji, Kapolsek Kebayoran Baru mengatakan kalau peristiwa yang menewaskan satu dari dua orang pekerja tersebut bermula saat korban yang diketahui bernama Edi (23) asal Bojonegoro, Jawa Timur diketahui teratuh dari lantai sembilan sekira pukul 14.00 WIB.

Edi yang terhempas jatuh karena diduga tergelincir tanpa pengaman itu kemudian menyenggol stegger yang digunakan rekannya Heri (25) warga asal Sukabumi, Jawa Barat itu sebagai pijakan.

"Edi jatuh tepat kena tiang konstruksi yang berada di lantai dua gedung. Sementara Heri ikut terjatuh karena pijakannya goyang," jelasnya kepada Wartakotalive.com, Selasa (06/05/2014).

Edi yang terhempas jatuh ke lantai dasar diketahui langsung tewas seketika akibat menderita luka cukup parah pada bagian kepala dan beberapa tulang rusuk, kaki dan tangan yang patah. Sementara, Heri yang ikut terjatuh masih hidup tetapi terluka parah pada bagian kepala.

"Keduanya langsung dibawa ke UGD Rumah Sakit Pertamina Pusat. Edi dinyatakan tewas ditempat, sedangkan Heri luka retak pada bagian kepala," lanjutnya.

Hingga kini tambahnya, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan masih memeriksa sejumlah saksi terkait insiden tersebut.
"Beberapa orang saksi, rekan korban sedang dimintai keterangan di kantor (Polsek Kebayoran Baru-red). Sedangkan korban meninggal dunia masih di Rumah Sakit Pertamina Pusat karena masih menunggu pihak keluarga yang akan memakamkannya di kampung halaman," jelasnya.

Sementara itu, Bambang, pengawas proyek berkilah kalau seluruh pekerja sudah dilengkapi dengan alat pengaman diri berupa harness, helm, sepatu, dan sarung tangan. Sehingga diyakinkannya kalau seluruh pekerja dinilainya aman saat melakukan pekerjaan.

"Pengaman sudah kami berikan, dan memang sudah menjadi peraturan kalau semua pekerja yang masuk lingkungan kerja harus pasang alat keselamatan. Tapi lewat kejadian ini kita masih coba cari tahu, apakah ini (kecelakaan-red) kelalaian pekerja atau bukan. Tapi intinya kita akan memperketat pengawasan penggunaan alat keselamatan kepada seluruh pekerja," jelasnya singkat. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved