Rabu, 15 April 2026

Lift Monas Macet

Pengelola Tuding Lift Baru Biang Keroknya

Menanggapi rusaknya lift sehingga puluhan pengunjung terjebak di puncak Monas, pihak pengelola menuding lift baru sebagai biang keroknya.

Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, JAKARTA - Menanggapi rusaknya lift sehingga puluhan pengunjung terjebak di puncak Monas, pihak pengelola menuding lift baru sebagai biang keroknya.

Kepala Unit Pengelola Monas, Rini Hariyani mengatakan bahwa lift yang baru itu memiliki tingkat sensitifitas lebih tinggi dibandingkan dengan lift yang terdahulu.

Sehingga, ketika voltase listrik kurang memadai menyebabkan pengoperasian lift jadi terkendala.

"Memang kalau voltasenya turun lift tidak bisa beroperasi dan tetap berada di bawah. Tapi, saat kejadian petugas langsung naik ke puncak Monas melalui tangga darurat," kata Rini.

Rini mengeluhkan kurang adanya tenaga teknisi dari PT Sarang Teknik (pengada lift--Red) yang standby di Monas. Sehingga, ketika ada peristiwa tersebut pihak Monas sulit segera mengatasi masalah itu.

"Besok pagi katanya pihak pengadaan lift mau kordinasi ke Singapura untuk perbaikan," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Warta Kota jumlah pengunjung yang naik ke puncak Monas pada akhir pekan (weekend) mencapai 1.600 orang.

Sedangkan pada hari biasa bisa mencapai 400 orang. Untuk tarif naik ke puncak Monas, orang dewasa dipungut Rp 15.000, mahasiswa Rp 8.000, dan anak-anak Rp 4.000.

"Kami juga sudah langsung siagakan karyawan untuk menenangkan warga lewat tangga darurat. Kalau memang kondisi terjebak maka akan lewat tangga darurat," katanya.

Kapok

Sementara itu, Novi (16) yang ikut terjebak di atas puncak Monas mengaku hampir meneteskan air mata ketika tahu lift tidak juga bisa beroperasi. Pasalnya, dia juga takut akan ketinggian.

"Hampir mau nangis nungguin lift lama banget. Mana laper, trus panas di atas. Nggak mau lagi deh naik ke atas," tutur siswi SMA Permata Indah itu.

Dia mengaku baru pertama kali menuju puncak Monas. Bukan keindahan Kota Jakarta yang didapatkannya, namun kepanikan dan kecemasan karena tidak bisa turun.

"Baru pertama kali dan mau lihat Jakarta dari atas. Tapi, malah macet liftnya. Nggak mau lagi naik ke atas Monas, kapok," tuturnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved