Selasa, 9 Juni 2026

Situ Nanggerang

Dulu Membelah Desa, Sekarang Jadi Jalan Mobil

Dahulu Situ Nanggerang di kecamatan Bojonggede, Bogor memisahkan dua desa. Tapi sekarang justru jadi jalan mobil.

Tayang:

WARTA KOTA, BOGOR - Dahulu Situ Nanggerang memisahkan dua desa. Tapi sekarang justru jadi jalan mobil. Situ Nanggerang ini berada di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Dua desa yang tadinya dipisahkan Situ Nanggerang adalah Desa Nanggela Sukmajaya dan Desa Nanggerang. Keduanya berada di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Naman (90), petani yang sejak kecil tinggal di Nanggerang menceritakan, di tahun 1960an tak ada jalan antara Desa Nanggela Sukmajaya dan Desa Nanggerang.

Kedua desa itu dibatasi Situ Nanggerang. Satu-satunya cara menyebrang antara dua desa itu dengan melintasi jembatan kayu reyot. Dulu jembatan itu Cuma berupa dua bambu diikat. Makanya perlu menjaga keseimbangan apabila tak mau jatuh ke situ.

"Dulu tahun 1960an saya selalu lewat jembatan itu kalau mau pergi ke Bogor. Hampir tiap akhir pekan saya pergi menjual arang ke Bogor," kata Naman kepada Warta Kota, akhir Februari lalu.

Ketika menyeberang jembatan, Naman selalu ingat dibawahnya adalah hamparan Situ Nanggerang. Kiri dan kanannya hanya situ itu.

Tapi entah tahun berapa, Naman tak bisa ingat lagi, pemerintah merubah jembatan jadi jalan. Jembatan dihancurkan, lalu Tanah diurug dan dibangun jalan. Situ akhirnya terbagi dua. Lahan satunya tetap jadi situ. Tapi satunya lagi jadi persawahan. Tapi kini tak ada lagi yang terawat. Sawah hancur dan situ jadi rawa.

Kendati Situ ini sekarang sudah tak ada fisiknya, tapi di Data Kementerian Pekerjaan Umum Situ Nanggerang masih terdata dengan luas dua hektar.

Padahal yang kelihatan hanya hamparan rerumputan berawa. Dibawahnya lumpur-lumpur lunak. Orang akan terperosok jika menginjaknya. Ketika hujan deras turun air naik lalu merendam sawah-sawah dipinggirnya.

Kondisi situ-situ di Bogor yang tanpa perawatan inilah yang membuat air dari aliran Ciliwung dan Cisadane tak tertampung. Sehingga meluncur deras ke Jakarta dan membuat banjir setiap tahunnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved