Demam Berdarah

Wah, Permukiman Elite Sumbang DBD Terbesar

Permukiman elite di Jakarta Barat menjadi penyumbang terbesar penyakit Demam Berdarah Dangoe (DBD).

Wah, Permukiman Elite Sumbang DBD Terbesar
Antaranews.com
Ilustrasi pasien DBD 

WARTA KOTA, KEMBANGAN - Permukiman elite di Jakarta Barat menjadi penyumbang terbesar penyakit Demam Berdarah Dangoe (DBD).

Kasudin Kesehatan Jakarta Barat, Widyastuti mengatakan, kasus DBD di Jakarta Barat sejak Januari-Maret mencapai 603 kasus.

Dalam waktu tiga bulan tersebut, penyumbang terbanyak kasus DBD didapat dari tiga kecamatan di Jakarta Barat, yakni Kecamatan Cengkareng 124 kasus, Kalideres 103 kasus dan Kembangan 157 kasus.

Sementara, lima wilayah kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Tambora, Tamansari, Palmerah, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, relatif stabil dan cenderung mengalami penurunan dibanding tiga wilayah kecamatan tersebut.

"Dari tiga kecamatan terbesar penyumbang kasus DBD, kami mencatat paling besar didapat dari pemukiman elite seperti perumahan di kawasan Meruya Utara sebanyak 35 kasus dan Kembangan Utara 45 kasus," kata Widyastuti

Widyastuti menjelaskan, di perumahan elite di kawasan Kembangan, pihaknya mengalami kesulitan untuk melakukan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan sebagainya dikarenakan pemilik rumah sulit untuk ditemui.

Untuk itu, pihaknya akan memberikan sanksi yang mengacu pada Perda No 6 tahun 2007 tentang pengendalian demam berdarah, berupa sanksi sosial penanaman pohon pengusir nyamuk (zodia) di setiap rumah dan mempersulit pengurusan administrasi di tingkat RT..

"Sanksi tersebut pernah dilakukan pada warga di Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk karena tinggi kasus DBD-nya dan hasilnya efektif," ungkap Widyastuti.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved