Kampung Deret
Kampung Deret Kapuk Terbengkalai
Program Kampung Deret Pemerintah DKI Jakarta di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat tidak sesuai harapan
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, CENGKAREN-Mimpi untuk mewujudkan kampung yang tertata di Jalan Kapuk Poglar, Gang Semut, RW 04 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta , dengan desain rumah yang sama, belum membuahkan hasil.
Pantauan Warta Kota, selain bentuk maupun warna cat yang tidak seragam, penghijauan kawasan dengan pembuatan taman belum dilakukan. Bahkan, hingga saat ini masih ada beberapa rumah yang belum selesai. Tercatat tiga rumah masih dalam tahap pembangunan dan dua rumah pembangunannya terhenti total.
Nurahmad, Ketua RW04 Kelurahan Kapuk, Minggu (27/4/2014) mengatakan, pembangunan kampung deret di kawasannya banyak kendala. Dari 120 rumah di RT02,03 dan 05 yang masuk dalam program kampung deret, baru 90 persen yang sudah selesai.
"Harusnya saat Jokowi meresmikan kampung deret Kalianyar, proses pembangunan kampung deret di sini sudah selesai. Tapi kenyataannya masih ada beberapa warga yang belum menyelesaikan pembangunan," katanya.
Diluar permasalahan yang terjadi, warga Gang Semut yang sudah menyelesaikan pembangunan rumahnya bersyukur dengan adanya program kampung deret. Sainah, misalnya, sebelum masuk dalam program kampung deret, kondisi rumahnya sudah reyot.
"Selama 28 tahun rumah saya nggak pernah direnovasi. Tadinya jalan di dalam rumah aja nunduk dan sempit," katanya.
Bayangkan, rumah dengan luas sekitar 30 meter untuk dua lantai, ditempati Sainah bersama suami, anak dan cucu yang sedikitnya berjumlah 14 orang. Selama ini Sainah pasrah karena gajinya dari buruh konveksi yang hanya Rp175 ribu per minggu tidak cukup untuk kebutuhan keluarganya. Sedangkan suaminya saat ini sudah tidak bekerja lantaran suka sakit-sakitan.