Leisure

Restoran Masakan Thailand Pertama di Indonesia

Restoran Tomtom di Grand Indonesia boleh berbangga hati. Pasalnya, restoran ini termasuk pelopor restoran Thailand di Indonesia.

Restoran Masakan Thailand Pertama di Indonesia
Restoran Tomtom, Grand Indonesia 

WARTA KOTA, JAKARTA

Restoran Tomtom di Grand Indonesia boleh berbangga hati. Pasalnya, restoran ini termasuk pelopor restoran Thailand di Indonesia.

“Kami memulai usaha restoran Thailand tahun 1987 di Jakarta. Awalnya hanya ada tiga restoran Thailand di Indonesia, tetapi hanya kami yang masih bertahan dan sebagai pelopor restoran Thailand di Indonesia,” Eric Jethrokusumo saat ditemui di restorannya, Selasa (8/4).

Namun dulu, saat restoran itu berdiri, namanya bukan Tomtom, melainkan Phloey. "Tapi setelah ada perubahan manajemen, akhirnya kami mencoba kembangkan restoran ini dengan menggunakan brand baru,” tutur Eric.

Manajemen baru berlomba dengan restoran lain pada akhir tahun 2013. Tomtom mengusung konsep restoran Thailand yang casual.

“Kebanyakan restoran Thailand di Indonesia menawarkan konsep fine dining. Sedangkan kami mencoba memberikan hal berbeda yaitu casual agar konsumen makannya bisa lebih santai dan merakyat,” katanya.

Menurut Eric, orang Thailand sangat menyukai makanan yang dijual di pinggir jalan. Eric mencoba mengadaptasi street food Thailand dalam restorannya.

“Walaupun beda konsep tetapi kami tetap pertahankan ke otentikannya. Selain itu juga banyak makanan baru yang enggak ada di restoran Thailand di Indonesia,” ucapnya.

Bercanda jadi serius

Nama Tomtom diambil dari utak-atik nama masakan khas Thailand, tomyam. Semula, dia hanya memperkenalkan nama restorannya ke teman-temannya. Kemudian, lama kelamaan nama Tomtom menjadi nama restorannya.

“Awalnya sih dari candaan dan obrolan teman-teman tapi lama-lama kok lengket ya. Akhirnya pakai nama ini. Arti spesialnya sih enggak ada,” ujar Eric.

Untuk menghadirkan kesan yang berbeda kepada para pengunjung, desain interiornya menerpakan konsep industrial. Menurut Eric, konsep itu akan memberi pengalaman dan kenyaman yang berbeda saat menyantap masakan Thailand.

Misalnya, lantai dibiarkan diplester tanpa ubin atau keramik. Dinding-dinding berlapis kayu dan teralis besi. Lemari-lemari vintage terlihat di sana-sini. Untuk menambah kesan Thailand, Tomtom meletakkan gambar-gambar gajah yang dipulas dengan cat warna-warna.

Nama restoran pun hasil kreasi seni. Tali berperekat berbahan plastik dipasang di teralis besi membentuk rangkaikan huruf bertuliskan Tomtom. “Seni aja sih (konsep interior), bikin unik yang memang pas dengan konsep kami,” kata Eric.

Warta Kota Cetak

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved