Normalisasi Pesanggrahan Tersendat
Proyek Normalisasi Sungai Pesanggrahan sektor Ulujami sudah berjalan lebih dari setahun kini kembali tersendat.
Pesanggrahan, Warta Kota
Proyek Normalisasi Sungai Pesanggrahan sektor Ulujami sudah berjalan lebih dari setahun kini kembali tersendat. Masih ada lahan milik warga yang belum dibebaskan.
Tersendatnya proyek normalisasi menyebabkan kondisi jalan di sekitar proyek penuh tanah merah dan berlumpur. Selain itu, karena melebihi ambang batas kekuatan, jalan permukiman warga selebar sekira 4,5 meter itu kini berlubang dan rusak pada beberapa bagian.
Ridho (35), warga RT 06/07 Ulujami, mengeluhkan kondisi tersebut, karena selain mengganggu aktivitas warga, kondisi jalan yang terlihat dipenuhi tanah setebal 3 cm itu sangat membahayakan apabila dalam keadaan hujan dan basah.
"Kalau lewat udah pasti harus nyeker (telanjang kaki), soalnya kalau pakai sandal sudah pasti nyangkut. Nah itu bahaya banget, kami enggak tahu apa ada beling, paku, atau kawat di bawahnya. Tapi yang bahaya lagi kalau naik motor, sudah banyak yang jatuh," kata Ridho saat ditemui Warta Kota baru-baru ini.
Salah seorang warga pemilik rumah enggan diwawancarai. Salah satu pemilik rumah hanya mengaku keberatan atas nilai ganti rugi yang ditawarkan pihak Panitia Pencari Tanah (P2T) yang mengacu pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan. "Saya masih keberatan harganya. Soalnya kalau cuma NJOP itu enggak cukup," kata pemilik rumah yang belum mau dibongkar.
Masih banjir
Walaupun proyek normalisasi sudah berjalan, banjir dan tergenangnya pemukiman warga RT 09/07 masih terjadi hingga saat ini. Sutarno, Ketua RT 09/07, mengatakan, walau sepanjang wilayah sudah dibangun turap dan saluran air berdiameter sekira 1 x 1 meter persegi, banjir masih tidak terelakan.
"Kondisinya sekarang berbeda, kalau dulu pinggiran kali sejajar dengan lahan warga, jadi kalau kali surut. Banjir juga ikut surut, karena posisinya sejajar. Nah kalau sekarang kondisi turap itu lebih tinggi, naik sekitar satu meter, sedangkan saluran buat buangan air masih sama ketinggiannya dan cuma ada satu per tiga puluh meter, jadi tetap saja banjir," kata Sutarno.
Belum dilanjutkan
Pada titik terakhir lokasi pembangunan normalisasi Sungai Pesanggrahan di Jalan H Buang RT 09/07 Ulujami, tepatnya depan SD Neger 01 Pagi dan 05 Pagi Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, terlihat sudah mengalami perkembangan pesat sejak dilanjutkannya pembangunan di awal tahun 2014 lalu.
Titik lokasi pembangunan turap sekaligus pelebaran kali kini sudah bergeser jauh sekira 500 meter dari titik tersebut mengarah ke hilir, tepatnya di RT 08/07. Namun pada lokasi tersebut, dinding beton hanya terlihat dipasang pada sisi Sungai Pesanggrahan wilayah Ulujami saja.
Sementara pada sisi sebaliknya, yakni permukiman warga Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, belum terlihat adanya geliat pembangunan.
Walau begitu, kondisi jalan beton yang berada di kedua sisi sungai sepanjang proyek normalisasi, baik wilayah Tanah Kusir maupun Ulujami sudah terlihat terbangun sempurna mulai dari titik Jalan Raya RC Veteran hingga ujung Jalan H Buang.
Sedangkan landasan sisi turap mulai dari ujung Jalan H Buang hingga ujung pembangunan turap hanya berupa tanah merah.
Sementara itu, pada sisi sebaliknya yakni wilayah TPU Tanah Kusir, belasan potong dinding beton sepanjang 10 meter sampai dengan 12 meter serta sebuah alat pengungkit beton masih terlihat belum digunakan. Pada lokasi tersebut pun tidak terlihat adanya geliat para pekerja proyek yang sedang bekerja. (*)
Warta Kota Cetak