Sehat dan Bugar
Klinik dan Puskesmas Diharapkan Bisa Tangani Penyakit Maag
Dyspepsia merupakan kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri ulu hati, muntah, mual, perut kembung, cepat kenyang, dan bersendawa
Penulis: Dody Hasanuddin |
Depok, Warta Kota
Para dokter umum diminta dapat mendeteksi dan menangani pasien dengan keluhan dyspepsia atau maag. Sehingga pasien tersebut tak perlu dirujuk ke rumah sakit. Ketika pun dirujuk pasien tersebut benar menderita maag.
"Seharusnya dokter umum yang bekerja di pusat pelayanan primer dapat mendiagnosa maag dengan benar. Pernah saya menerima pasien BPJS dengan rujukan dyspepsia, karena diagnosanya perut bagian atas sakit. Setelah saya periksa ternyata penyebab perutnya sakit karena pembengkakan kelenjar di leher," kata dokter spesialis penyakit dalam RS Tugu Ibu, dr Syarifuddin Laingky, SpPD dalam seminar tentang Dyspepsi Tatalaksana dan Faktor Kejiwaan, di RS Tugu Ibu, Cimanggis, Depok, Sabtu (26/4/2014).
Menurut Syarifuddin, dyspepsia merupakan kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri ulu hati, muntah, mual, perut kembung, cepat kenyang, dan bersendawa. Keluhan tersebut dapat menetap untuk waktu tertentu atau juga dapat mengalami kekambuhan.
"Perlu diketahui juga maag itu terjadi karena dyspepsia organik dan fungsional atau kejiwaan. Secara organik bisa disembuhkan, namun kejiwaan yang labil juga menyebabkan maag. Kalau sudah diobati dan anjuran dokter sudah diikuti tapi masih maag maka faktor kejiwaannya harus ditanyakan," imbuhnya.
Dikatakan Syarifuddin, untuk mengindari maag maka hindari makanan asam, pedas, merangsang, dan minum alkohol. Sedangkan jenis obat yang diminum jenis antasida. Antasida menetralisir asam lambung dan menghilangkan keluhan-keluhannya. (*)