Manajemen Palyja Harap Ada Kepastian Soal Saham
PT Palyja berharap ada kepastian kebijakan pembelian saham PT Palyja oleh BUMD DKI Jakarta.
Manajemen perusahaan operator penyedia air bersih di bagian barat Jakarta, PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) berharap ada kepastian kebijakan pembelian saham PT Palyja oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Namun karyawan Palyja yang didalamnya juga ada karyawan BUMD DKI PD PAM Jaya berpendapat berbeda.
Kepala Divisi Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial Palyja, Meyritha Maryanie mengatakan, manajemen Palyja menginginkan segera ada kepastian untuk pembelian saham.
"Manajemen menunggu kepastian dari akuisisi ini. Tetapi saya bicara bukan atas nama karyawan. Melainkan manajemen, saya tidak bisa bicara mewakili karyawan, karena ada Serikat Pekerja PAM Jaya," ujarnya, kepada Warta Kota, Rabu (23/4/2014).
Menurutnya, bisa saja Serikat Pekerja memiliki pendapat berbeda tentang rencana akuisisi Palyja oleh BUMD DKI, PT Jakarta Propertindo dan PT Pembangunan Jaya.
Ia menegaskan, pembelian saham, maupun proses hukum gugatan tidak akan mengganggu layanan Palyja terhadap para pelanggannya. "Yang pasti manajemen Palyja akan tetap bekerja secara profesional untuk melayani air bersih bagi pelanggan," tegasnya.
Palyja melayani sebagian wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Menurut Meyritha, pemilik saham Palyja harus mampu membangun sumber pasokan air baku di dalam Jakarta. Sehingga pasokan air baku tidak lagi tergantung pada Waduk Jatiluhur.
Seperti diketahui, kerja sama pengelolaan air di Jakarta diteken pada 6 Juni 1997 untuk masa konsesi 25 tahun mulai 1 Februari 1998 hingga 31 Januari 2023. Dua operator asing, yaitu Palyja dan Aetra ditunjuk langsung untuk menyediakan air minum untuk warga Jakarta.
Namun, hingga saat ini pelayanan dua operator masih buruk. Selain itu, kerjasama juga merugikan PAM Jaya karena memiliki potensi utang sebesar Rp 18,2 Triliun kepada dua operator saat perjanjian berakhir pada 2022.
Proses renegosiasi sudah dilakukan PAM Jaya dengan Aetra, namun belum dengan Palyja. Pemprov DKI pun berniat membeli Palyja untuk mengambil alih pengelolaan air bersih.