Warga: Kuburanmu Adalah Istanaku
Kuburanmu, istanaku. Itulah kata yang dilontarkan puluhan warga yang menggunakan makam atau kuburan sebagai tempat tinggal.
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Lucky Oktaviano
WARTA KOTA, JAKARTA - Kuburanmu, istanaku. Itulah kata yang dilontarkan puluhan warga yang menggunakan makam atau kuburan sebagai tempat tinggal. Bagi mereka, makam itulah yang menjadi rumah pribadi mereka.
Hal ini tampak di TPU Cipinang Besar, Jalan Kebon Nanas, Cipinangbesar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, belum lama ini. Puluhan orang justru tampak memenuhi makam khususnya makam tionghoa.
Mereka bukan untuk ziarah, melainkan bertempat tinggal di atas makam-makam tersebut.
Bentuk makam Tionghoa umumnya menggunakan atap. Beberapa juga menggunakan pilar-pilar, bahkan juga dihiasi marmer.
Karena itu, mereka memanfaatkannya untuk tempat berteduh. Pasalnya, bentuk makam tersebut bisa memberikan kenyamanan, bisa melindungi dari terik matahari maupun hujan.
Tak hanya itu, cukup menggelar alas untuk tidur, mereka juga sudah bisa menikmati malam, meskipun hawa dingin sulit mereka hindari.
Bahkan, makam itu, mereka anggap sebagai rumah kontrakan. Meskipun mereka tanpa harus mengeluarkan biaya sedikit pun untuk menghuni.
Beberapa perabotan rumah tangga, seperti piring, gelas, bahkan kasur tampak berada di atas makam tersebut.
Tali-tali mereka bentangkan dari makam ke makam, untuk dijadikan tempat mereka menjemur pakaian.
Di saat para pengembang jor-joran membangun apartemen dan bisnis properti sedang meningkat, buat sebagian warga Jakarta hal itu adalah mimpi yang tak bisa mereka raih.