Breaking News:

Judi Bola Online

Tiga Bandar Judi Bola Online Dibekuk Resmob Polda

Setelah registrasi, konsumen mendapat password masuk untuk memasang taruhan pertandingan sepakbola apapun.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Tujuh tersangka judi online dimana 3 orang diantaranya adalah agen judi bola online yang dibekuk tim Resmob Polda Metro Jaya, dihadirkan di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/4/2014). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Aparat Subdit Resmob Polda Metro Jaya berhasil membekuk tiga pelaku agen judi bola online yang terbagi dalam dua kelompok di bawah kendali bandar utama yang berada di Filipina.

Ketiga tersangka yakni Zemi alias Jimmy, Willliam Widjaya Woenardi, dan Doni Suryanto alias Patkay alias Bokay.

Jimmy dan William merupakan satu kelompok yang dibekuk di home base mereka di Perumahan Duta Gardenia, Benda, Kota Tangerang, 4 Maret 2014 lalu.

Sementara Patkay, agen judi bola online, kelompok lainnya dibekuk di Komplek Liga Emas, Kelurahan Nusa Jaya, Karawaci, Tangerang juga pada 4 Maret 2014 lalu.

Kanit V Resmob Polda Metro Jaya, AKP Handik Zusen menuturkan ketiga tersangka ini merupakan dua kelompok di bawah bandar utama Y, yang tinggal di Filipina. "Bandar utamanya Y asal Indonesia dan tinggal di Filipina kini menjadi DPO kami. Y ini merupakan. Bandar utama ke tiga tersangka dan pengendalinya," kata Handik di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/4).

Ia menjelaskan Jimmy dan William beroperasi menjadi agen bola judi online melalui situs www.sbobet.com.

Sementara Patkay selain melalui www.sbobet.com juga menggunakan situs www.ibcbet.com.

Handik menuturkan di masing-masing kelompok Y memiliki kredit Rp 1 miliar rupiah untuk membuka agen judi bola online di Indonesia yang berpusat atau memiliki server di Filipina.

"Masing-masing kelompok omzetnya Rp 100 juta per bulan, dan sudah beroperasi selama 4 bulan terakhir," katanya.

Menurut Handik melalui situs itu konsumen atau pemasang harus melakukan registrasi dahulu dengan membayar uang registrasi minimal Rp 50.000. Setelah registrasi, konsumen mendapat password masuk untuk memasang taruhan pertandingan sepakbola apapun.

Ia menjelaskan terungkapnya kasus ini berawal dari Cyber Crime Patrol yang dilakukan pihaknya.

"Lalu kami deteksi mereka dengan melalukan profiling," ujar Handik.

Dari sana, kata Handik, pihaknya membekuk ketiga pelaku di dua tempat terpisah di Kota Tangerang.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved