Bocah TK Disodomi
Petinggi Sekolah JIS Tak Pernah Minta Maaf Langsung ke Korban
T ibu kandung AK, anak TK yang menjadi korban sodomi di Jakarta International School menyebut petinggi sekolah itu sombong
WARTA KOTA, CILANDAK - T ibu kandung AK, anak yang menjadi korban kekerasan seksual penjaga toilet TK Jakarta International School (JIS) menyebut petinggi-petinggi sekolah tersebut sombong.
Kepada T, pihak sekolah anaknya mengatakan keberaniannya muncul di media justru akan merugikan anaknya. Anaknya akan malu bila kembali ke JIS nantinya bila terlalu aktif berbicara di media.
"Apakah ibu nggak malu kalau anak ibu kembali ke sekolah kita kemudian teman-temannya meledekin dia," ungkap T menirukan kata-kata pihak JIS kepadanya saat berbincang dengan wartawan di Griya Dewantara, Jalan RS Fatmawati 16-18 Jakarta Selatan, Sabtu (19/4/2014).
Mendengar pernyataan pihak sekolah tersebut, T lantas menegaskan bahwa anaknya tidak akan pernah kembali ke JIS.
"Siapa yang mau kembali ke sekolah anda, anda begitu sombongnya berfikir anak saya akan kembali ke dia, memang dia saja yang sekolah internasional," ungkapnya.
Kata-kata yang dilontarkan pihak JIS tersebut dianggap ibu kandung AK merupakan bentuk kesombongan dari petinggi-petinggi JIS.
"Saya masukan anak saya dengan membayar, bukan mengemis," ujarnya.
Pihak JIS hingga saat ini tidak pernah datang bahkan menghubungi langsung keluarga korban. Hanya SMS permohonan maaf saja yang dilayangkan kepada ayah korban.
"Suami saya sudah jengkel mereka hanya kirim lewat SMS, bukan menghubungi, kalau mau minta maaf harusnya melihatkan muka dengan mengunjungi, bukan dengan SMS," katanya.