Rabu, 8 April 2026

Pilpres 2014

Gerindra: Ahok Sudah Diwakafkan Mengabdi Pada Jakarta

Partai Gerindra berkeyakinan Basuki Tjahaja Purnama yang adalah kader partai itu, akan menuntaskan masa jabatannya.

WARTA KOTA, PALMERAH - Partai Gerindra berkeyakinan Basuki Tjahaja Purnama yang adalah kader partai itu, akan menuntaskan masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Partai ini berkeyakinan Basuki tak tergoda tawaran kursi bakal calon wakil presiden.

"Kami yakin Ahok (panggilan Basuki,red) akan menyelesaikan permasalahan Jakarta hingga masa jabatannya selesai," kata Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (18/4/2014) malam.

Suhardi mengatakan partainya berkeyakinan bahwa Basuki adalah pemimpin yang amanah dan punya kualitas. "Oleh karena itu Gerindra terus mendukung Ahok mewujudkan Jakarta Baru," ujar dia.

Menjelang pemilu presiden yang semakin dekat, Basuki banyak digadang-gadang menjadi bakal calon wakil presiden, terutama untuk kembali dipasangkan dengan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta yang kini menjadi bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Suhardi mengatakan Jakarta sebagai ibu kota negara menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks. Masalah itu mulai dari kemacetan, semrawutnya pembangunan, masalah sampah, hingga banjir yang kerap terjadi pada musim penghujan.

Menurut Suhardi, berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi masalah-masalah tersebut belum sepenuhnya berhasil. Kemacetan dan banjir, misalnya, masih kerap menghantui warga Jakarta.

“Namun kami yakin bahwa permasalahan di Jakarta dapat diselesaikan jika Pemprov DKI fokus menyelesaikan program-program yang telah ditetapkan," lanjut Suhardi. Dia pun berkeyakinan Basuki sebagai kader terbaik partainya yang dipilih masyarakat akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan itu.

Suhardi menambahkan, saat ini Basuki sepenuhnya telah "diwakafkan" untuk mengabdi pada rakyat DKI Jakarta. "Jika ada kader Gerindra telah dipilih oleh rakyat untuk menjadi pemimpin daerah, maka secara otomatis yang bersangkutan adalah milik rakyat.”

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved