Rabu, 15 April 2026

Penumpang KRL

Kurang Empati Ibu Hamil, Akibat Pengaruh Budaya Luar

Sosiolog Musni Umar mengatakan, peristiwa kurang empati dikarenakan adanya pengaruh kebudayaan luar seiring dengan modernisasi saat ini.

WARTA KOTA, PALMERAH - Menanggapi adanya fenomena kurang empatinya seorang pengguna KRL kepada seorang ibu hamil dalam kendaraan umum beberapa waktu lalu, sosiolog Musni Umar mengatakan, peristiwa tersebut dikarenakan adanya pengaruh kebudayaan luar seiring dengan modernisasi saat ini.

Kondisi tersebut, menurut Musni Umar, sangat mengkhawatirkan. Karena seperti yang diketahui bersama kalau masyarakat Indonesia, baik dari Sabang hingga Merauke, menganut budaya tenggang rasa dan menjunjung tinggi orangtua khususnya kaum ibu sebagai sosok yang sangat dihormati.

"Kondisinya sekarang berubah, masyarakat tidak lagi menghormati orangtua, ibu hamil, ataupun penyandang cacat. Fenomena ini sangat mengkhawatirkan dan memang menjadi permasalahan umum yang banyak dialami negara berkembang dan negara maju lainnya," kata Murni Umar saat dihubungi Warta Kota pada Jumat (18/4/2014).

Lunturnya budaya lokal Indonesia tersebut dikatakannya dipengaruhi secara langsung dari pergaulan dan masuknya budaya luar seiring dengan pesatnya modernisasi dan perkembangan media sosial saat ini.

Sejalan dengan pesatnya penggunaan media sosial pada masyarakat, khususnya pada kaum muda saat ini, kata Musni Umar, menyebabkan perubahan sikap yang berujung pada berubahnya perilaku ke arah individualisme. Hal tersebut disebabkan dari berkurangnya interaksi sosial antar personal di lingkungan masyarakat.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved