Pemilu 2014
PDIP Gelar Pertemuan di Rumah Megawati Terkait Jokowi
Hari Sabtu (12/4/2014), menjelang pukul 21.00 WIB, dua fungsionaris PDI Perjuangan mengunjungi kediaman Megawati Soekarnoputri
WARTA KOTA, JAKARTA - Hari Sabtu (12/4/2014), menjelang pukul 21.00 WIB, dua fungsionaris PDI Perjuangan mengunjungi kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Kebagusan Dalam IV Nomor 45, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Fungsionaris PDI Perjuangan yang datang pertama kali Effendi Simbolon. Ia datang dan langsung masuk ke kediaman Megawati.
Kemudian disusul Wasekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Sama seperti Effendy, Hasto pun langsung masuk ke kediaman Megawati Soekarno Putri.
Pertemuan kecil tersebut berlangsung kurang lebih dua jam hingga pukul 23.00 WIB. Hasto yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa dirinya bersama pengurus DPP PDI Perjuangan yang hadir hanya berbincang santai sambil makan malam bersama Megawati.
"Tadi kita hanya makan malam saja," ucapnya saat ditemui seusai melakukan pertemuan dengan Megawati.
Dalam pertemuan kecil tersebut sempat pula menyinggung hasil lobi yang dilakukan Joko Widodo kepada sejumlah petinggi partai.
Tetapi belum ada keputusan final siapa yang akan diajak berkoalisi dengan partai berlambang banteng moncong putih tersebut. "Hasilnya belum," katanya.
Lobi politik dilakukan PDI Perjuangan untuk melakukan koalisi dengan sejumlah partai diantaranya Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Golkar.
Penjajakan koalisi yang dilakukan PDI Perjuangan dilakukan untuk persiapan Pemilihan Presiden untuk mencari pendamping Jokowi sebagai wakil presiden.
Tidak ada jalan lain bagi PDI Perjuangan melakukan koalisi setelah partainya mendapatkan suara kurang dari 20 persen berdasarkan hasil hitungan cepat.
Lobi politik akan menentukan keberhasilan PDI Perjuangan mengantarkan Jokowi menjadi orang nomor satu di Republik Indonesia.
Pertarungan politik akan semakin sengit karena tidak ada satu partai pun yang bisa mengusung Capres dan Cawapresnya sendirian.
PDI Perjuangan sebagai partai dengan suara terbanyak versi hitungan cepat harus mencari figur yang tepat sebagai Cawapres untuk diduetkan dengan Jokowi. Begitu juga dengan Partai Golkar bila ingi tetap mengusung Aburizal Bakrie sebagai calon presiden.
Partai Gerindra pun harus berkoaliasi dengan partai lain untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai presiden. Lobi politik menjadi sangat menentukan dalam menentukan koalisi.
Partai dengan perolehan suara di bawah PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra akan menjadi rebutan ketiga partai tersebut.