BI: Rupiah Masih dalam Batas Wajar

BI menilai pelemahan rupiah ini karena adanya aksi profit taking

BI: Rupiah Masih dalam Batas Wajar
dok forex
ilustrrasi Nilai tukar rupiah terhadap dolar 

WARTA KOTA, TANAHABANG - Pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari ini masih dinilai wajar oleh pihak Bank Indonesia (BI). BI menilai pelemahan ini karena adanya aksi profit taking yang membuat pergerakan nilai mata uang rupiah cenderung melemah pada belakangan ini.

"Rupiah masih wajar, kan biasa mereka lakukan profit taking, ini situasi yang biasa," jelas Mirza Adityaswara  Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, di Jakarta, Jumat (11/4).

Ia menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan atas penurunan rupiah. Yang terpenting adalah angka-angka fundamental ekonomi cukup baik.

"Neraca perdagangan Februari mencapai surplus. neraca perdagangan Maret mudah-mudahan juga baik, selama ini faktor fundamental cukup baik," katanya.

Neraca perdagangan pada Februari sudah surplus sebanyak 0,79 miliar dolar AS. Selain itu, Hingga Maret 2014 cadangan devisa indonesia tercatat sebesar 102,6 miliar dolar AS, nilai ini setara dengan 5,9 bulan impor dan diatas standar kecukupan internasiional sekitar 3 bulan impor.

"Dengan melihat hal ini kami akan tetap mempertahankan BI Rate, kita tidak bisa menurunkan BI rate, makanya kita jaga tetap BI rate sambil mempertahankan fundamentalnya," katanya.

Sebagai tambahan rupiah cenderung alami pelemahan semenjak awal April 2014. Dalam data kurs tengah BI tampak nilai tukar Rupiah terus melemah dari Rp 11.360 per dolar AS pada 2-4-2014 menjadi Rp 11.507 per dolar AS pada 11-4-2014.

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved