Pemilu 2014
Presiden SBY: Tidak Mudah Gelar Pemilu Damai dan Aman
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai demokrasi Indonesia semakin matang.
Penulis: Sri Handriyatmo Malau | Editor: Suprapto
WARTA KOTA, BOGOR— Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menilai demokrasi Indonesia semakin matang. Paling tidak itu bisa dilihat dari aman, tertib dan lancar serta damai dan demokratis penyelenggaraan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, Rabu (9/4/2014).
"Maka setapak lagi Indonesia akan menjadi negara demokrasi yang matang," ujar SBY usai menggunakan hak pilihnya di TPS 06, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/4/2014).
SBY didampingi ibu Negara Ani Yudhoyono, Sekjen PD, Edhie Baskoro Yudhoyono dan isteri Siti Rubi Aliya Rajasa dan cucunya Airlangga Satriadhi Yudhoyono.
Mengapa dikatakan setapak lagi? Kata SBY, biasanya satu bangsa yang sedang melaksanakan transisi demokrasi dan pemilu dapat digelar secara damai dan demokratis, maka negara itu disebut negara demokrasi yang mapan dan matang.
Berarti, kata SBY, transisi dan konsolidasi demokrasi berhasil dilakukan di Indonesia.
"Kalau kita membandingkan dengan banyak negara di dunia, tidak mudah untuk menyelenggarakan pemilu yang damai dan demokratis. Alhamdulillah, bangsa Indonesia mesti bersyukur karena arah demokrasi kita menuju demokrasi yang benar," kata SBY.
Lebih jauh SBY menuturkan Pemilu merupakan ruang yang baik bagi seluruh rakyat di tanah air maupun di luar negeri. Khususnya untuk menyampaikan pilihan-pilihannya apakah wakil rakyat di parlemen, ataupun Partai Politik dan pada saatnya nanti memilih Presiden dan wakil presiden yang baru.
"Oleh karena itu, proses ini harus kita hormati. Hasil pemilu ini, dengan tentu dengan keyakinan semuanya berjalan secara jujur dan adil, tidak ada penyimpangan apapun juga damai, harus kita terima. Harus kita hormati," jelas SBY.
Dengan demikian, imbuhnya, Indonesia memiliki nilai dan budaya politik yang makin maju.