Mengenal Khasiat Madu bagi Kesehatan

Kini orang lebih memercayai pengobatan modern daripada pengobatan tradisional.

Mengenal Khasiat Madu bagi Kesehatan
Kompas.com
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Kesehatan adalah investasi terbesar bagi seseorang. Dengan kesehatan yang optimal, maka orang tersebut dapat menjalankan berbagai aktivitas hariannya.

Kini orang lebih memercayai pengobatan modern daripada pengobatan tradisional. Namun perlu kita sadari pengobatan tradisional lebih aman dibandingkan dengan pengobatan modern.

Hal ini dikarenakan kandungan bahan dalam pengobatan tradisional lebih alami dan tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Salah satu bahan alam yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional adalah madu. Selama ribuan tahun madu digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Dari perut lebah keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

Menurut Codex Standard for Honey (1981), madu merupakan pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah madu dari nektar bunga yang sedang mekar. Atau dari sekresi bagian tanaman selain bunga.

Sekresi bagian tanaman, selain bunga yang diisap oleh serangga yang dikumpulkan lebah, diubah dan dicampur dengan zat-zat tertentu dari tubuh lebah, disimpan, dan dibiarkan dalam sisiran madu hingga matang.

Komponen utama madu adalah glukosa dan fruktosa. Senyawa-senyawa lain yang terkandung dalam madu ialah protein, asam amino, enzim, asam-asam organik, mineral, tepung sari bunga, sukrosa, maltosa, melezitosa, dan oligosakarida lainnya termasuk dekstrin.

Madu berisi glukosa dan enzim yang disebut oksidase glukosa. Pada kondisi yang tepat, oksidase glukosa dapat memecah glukosa madu menjadi hidrogen peroksida, zat yang bersifat antiseptik kuat untuk luka.

Propolis, enzim, dan serbuk sari, vitamin dan mineral dalam madu dapat merangsang pertumbuhan jaringan baru. Bila digunakan pada luka bakar, madu akan mempercepat penyembuhan dan mengurangi jumlah jaringan parut.

Madu adalah alternatif pemanis yang paling aman dibandingkan gula atau gula sintetis. Madu memiliki indeks glikemik rendah karena diserap ke dalam aliran darah secara bertahap.

Beberapa penelitian bahkan menduga madu dapat menurunkan glukosa darah. Mineral dan vitamin alami dalam madu juga membantu menurunkan kadar LDL (kolesterol buruk) dalam tubuh.

Melia,
Mahasiswi Jurusan Biologi
Universitas Negeri Jakarta

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved