Breaking News:

Mona Ratuliu Tidak Marah Saat Anak Corat Coret

Ketika anak diberi kebebasan untuk corat coret di tembok yang telah ditentukan, anak akan tahu.

Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Mona Ratuliu. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pemain sinetron dan presenter, Mona Ratuliu (32) mengaku, dia pernah menjadi orangtua yang kesal ketika rumah menjadi berantakan, sehingga banyak melarang dan ngomel terutama kepada putri sulungnya.

Namun seiring dengan waktu, kata Mona, era kegelapan masa lalu itu sirna. “Davina waktu usia tujuh tahun pernah meledak karena ibunya terlalu banyak melarang dan ngomel, dia marah dan bilang, tidak suka pada bundanya juga nggak suka rumah ini,” kata ibu dari Davina Syafa Felisha (10), Barata Rahadian Nezar (4), dan Syanala Kania Salsabila (1,5).

Kejadian itu, membuat Mona agak shock dan menangis, tapi dari sana terjadi titik balik pada diri perempuan cantik kelahiran Jakarta 31 Januari 1982 ini. Apalagi ditambah pengetahuan setelah rajin membaca buku, lihat internet, serta ikut seminar.

Anak, kata Mona, membutuhkan eksplorasi. "Solusinya, ketika anak corat coret tembok, sudah nggak pakai marah lagi, tapi anak tetap diajarkan tanggung jawab. Dari anak-anak, saya sebagai orangtua belajar tentang konsistensi,” katanya.

Ketika anak diberi kebebasan untuk corat coret di tembok yang telah ditentukan, anak akan tahu. Terlebih anak keduanya paling suka menggambar di media yang luas termasuk tembok dan halaman rumah.

Diajarin pakai kertas tidak mau. Maunya di media yang lebih luas. Di tembok atau di halaman rumah pakai kapur. Ada ruangan khusus agar anak-anak bebas bereksplorasi. Bisa corat coret atau memberantakkan mainan, tapi setelah itu harus dirapikan dan dibersihkan,” kata istri Indra Brasco ini. (lis)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved