Breaking News:

Kreativitas Anak

Kegiatan Corat Coret Balita Itu Bermanfaat

Corat coret di dinding rumah ternyata diperlukan dalam proses perkembangan balita.

Editor: Andy Pribadi
Kegiatan Corat Coret Balita Itu Bermanfaat
Warta Kota/Istimewa
Anak-anak melakukan kegiatan corat-coret di dinding.

WARTA KOTA, PALMERAH - Selama ini adanya corat coret di dinding rumah selalu menjadi pemandangan yang khas pada keluarga yang memiliki balita, coretan itu tidak sekadar mengotori pemandangan di rumah kita.

Corat coret di dinding rumah ternyata diperlukan dalam proses perkembangan balita.

Meski demikian, tidak sedikit orangtua yang melarang anaknya melakukan kegiatan corat coret di dinding dengan alasan kotor.

Pilihannya, rumah rapi, tapi perkembangan anak terganggu, atau rumah menjadi tampak kotor dan tidak rapi, tapi perkembangan anak lebih baik

Tentu ini menjadi pilihan yang agak sulit, meski masih banyak cara agar anak tetap bisa berkreasi melalui corat coret di dinding, tapi rumah tetap rapi.

Bagaimana caranya?
Saat memasuki rumah yang bersih banget padahal pemiliknya punya balita, tentunya sebagai psikolog, saya suka mikir, nanti anaknya kalau besar seperti apa?” kata psikolog, Ratih Ibrahim saat menjadi pembicara dalam acara “Forgiveness is Easy with Dulux Easyclean” di Chipmunks Playland, Kota Kasablanca, Jakarta, Rabu (19/3).

Ratih menjelaskan, merupakan sebuah kewajaran bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas mereka di atas kanvas besar seperti dinding terutama di usia 1,5 tahun hingga 5 tahun, paling lama usia tujuh tahun. “Biasanya, setelah anak paling kecil usia tujuh tahun, rumah akan menjadi lebih rapi,” ujarnya.

Pada periode usia 1,5 tahun hingga 5 tahun, kemampuan motorik balita belum berkembang, tapi anak-anak ingin mengeksplorasi lingkungannya. Selain untuk kreativitas, corat coret juga penting untuk memberikan stimulasi kemampuan psikomotor dan faktor emosi agar lebih berkembang. Anak-anak, kata Ratih, tidak dapat tumbuh secara optimal jika orangtua tidak mengizinkan mereka bebas bereksplorasi. “Bagi anak-anak, dinding adalah kanvas raksasa sebagai tempat berekspresi. Sayangnya, kami menemukan fakta bahwa 54 persen orangtua saat ini keberatan jika anak-anak mereka membuat rumah kotor. Inilah yang menjadi masalah,” katanya.

Padahal anak lalu jadi tertekan karena banyak larangan dari orangtua termasuk melarang anak corat coret, sehingga perkembangan mereka menjadi tertanggu. (lis)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved