Tip Sehat

Cegah Resistensi terhadap Obat TB dengan Disiplin

Ada anggapan di tengah masyarakat, jika ada orang batuk terus-terusan dicap menderita TBC atau TB.

Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Istimewa
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Penyakit Tuberculosis (TB) bukanlah penyakit asing, ada anggapan di tengah masyarakat, jika ada orang batuk terus-terusan dicap menderita TBC atau TB.

Batuk terus menerus selama lebih dari dua minggu memang menjadi ciri khas penyakit TB paru-paru.

Misalnya, Yayat (40), yang dua tahun lalu divonis menderita TB. Awalnya ia batuk berkepanjangan dan menyalahkan rokok yang telah dia isap sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Akibat batuk yang benar-benar menganggu, ia berhenti merokok dan minum obat, namun dari obat yang dijual di warung hingga dokter, batuknya tak kunjung sembuh.

Sampai akhirnya, dokter meminta dahaknya diperiksa untuk memastikan apakah terkena TB atau tidak. Kecurigaan dokter akhirnya terbukti, pegawai di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini divonis menderita TB paru-paru.

Setelah positif terkena TB paru-paru, ia harus disiplin minum obat yang didapatnya dari Puskesmas secara gratis. “Saya ingin sembuh, jadi harus disiplin minum obat, obatnya gratis, apalagi saya punya dua anak balita,” kata pria yang kantornya di Bandung ini.

Telah sembuh
Kini, Yayat telah dinyatakan sembuh dari TB paru-paru. Walaupun demikian, dia harus tetap menjaga kondisi dan mengonsumsi makanan bergizi agar daya tahan tetap baik, sehingga penyakit TB paru-paru yang telah dideritanya tidak kambuh lagi.

Terkait fenomena itu, dr Muhammad Arifin Nawas SpP(K) mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan beban penderita tuberkulosis terbanyak keempat di dunia. "Setiap tahun, terdapat 730.000 kasus TB di Indonesia," katanya saat menjadi pembicara dalam acara Soho #BetterU di Jakarta, Rabu (19/3) .

Tuberkulosis adalah penyakit yang menular, yang disebabkan oleh basil tuberkulosis. Penyakit ini menular melalui udara, sewaktu pasien batuk, bersin, meludah, atau berbicara. Kuman keluar melalui percikan dahaknya dan dapat terhirup oleh orang sekitarnya, tapi TB ini tidak menular lewat transfusi darah, air susu ibu, atau alat makan dan minum yang telah dicuci.

Pada umumnya, TB menyerang paru-paru, namun dapat juga menyerang organ lain seperti sawar otak, tulang, ginjal, dan lainnya.

Arifin menjelaskan, beberapa gejala umum yang muncul apabila seseorang terjangkit TB adalah demam, terkadang menggigil, keringat pada malam hari, nafsu makannya menurun, berat badan menurun, dan badan cepat lelah.

Untuk kasus TB paru-paru, gejala yang khas adalah batuk berdahak dalam waktu lama 2-3 minggu, nyeri dada dan batuk darah.

TB dapat menyerang siapa saja. Terlebih kontak dengan orang banyak yang kemungkinan batuk tak terhindarkan. Walaupun sangat disarankan menggunakan masker, namun tidak semua orang sigap menggunakan masker selamanya atau saat orang batuk.

Menurut Arifin, bakteri TB akan menular ketika daya tahan tubuh seseorang menurun. "Jika terkena TB paru harus disiplin minum obat agar sembuh," katanya.

Obat itu, kata Arifin, harus diminum sampai enam bulan tanpa jeda sehari pun. "Tidak disiplin minum obat, dampaknya akan menimbulkan resistensi TB, yang pengobatannya akan lebih lama, mahal, dan banyak menimbulkan efek samping," katanya.

Menurut Arifin, ketika terjadi pasien yang sudah mengalami kekebalan terhadap Obat Anti Tuberculosis (OAT) atau TB MDR (Multi Drug Resistant), pengobatannya akan menjadi lebih lama dan mahal.

Arifin memberikan contoh ketika pasien TB MDR, maka dia harus dirawat di rumah sakit dua minggu, tidak boleh ada pendingin udara, dan biasanya berada di bangsal kelas III.

Dibandingkan obat pada pengobatan lini pertama TB paru-paru, yang nyaris tanpa efek samping, pada penderita TB MDR, efek samping yang terjadi banyak seperti mual, muntah-muntah, sampai sakit jiwa karena menyanyi sendiri, sehingga sangat diperlukan motivasi yang tinggi untuk sembuh pada kasus TB MDR. (lis)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved