Jembatan Penghubung Pasar Blok G dan Blok F Terguling

Sebuah beton terguling dari konstruksi jembatan penghubungn Metro Tanah Abang Blok F dan Blok G, Rabu (2/4/2014) malam.

Jembatan Penghubung Pasar Blok G dan Blok F Terguling
Warta Kota/Bintang Pradewo
Beton jembatan terguling di Metro Tanah Abang 

WARTA KOTA, JAKARTA - Dentuman suara beton jembatan penghubung antara gedung Metro Blok F dan Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2014) sekitar pukul 20.30 masih teringat jelas oleh Sutarno (48), anggota security Blok F Tanah Abang.

Suara yang menyerupai tabrakan kendaraan itu ternyata adalah beton yang terguling dari konstruksi bangunannya.

Pantauan Warta Kota, beton yang berada di sisi tengah jembatan penghubung itu mempunyai panjang sekitar 38 meter. Beton-beton tersebut membentang di atas Jalan Kebon Jati, Tanah Abang.

Salah satu beton yang terguling yang awalnya berdiri tegak kini dalam posisi tertidur. Di dua sisi pangkal dan ujung beton tampak patah dan nyaris roboh.

Hal ini mengakibatkan kemiringan yang cukup parah. Namun, masih ada tiang-tiang penyangga atau pondasi yang berada tepat di bawah kontruksi. Sehingga mampu menahan beban beton tak sampai jatuh ke jalanan.

Tidak terlihat garis polisi (police line--Red) atau spanduk imbauan agar berhati-hati ketika melintasi kawasan tersebut. Hanya ada peringatan kalau sedang ada pengerjaan jembatan penghubung.

Proses pembangunan jembatan itu dikerjakan PT Nusa Konstruksi Enginering masih terus dikerjakan.

Sutarno menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula ketika sejumlah pekerja mengerjakan pembangunan jembatan penghubung sekitar pukul 20.30 WIB.

Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh disusul dengan melengkungnya kontruksi beton jembatan.

"Suaranya kenceng banget kaya tabrakan mobil. Untungnya nggak ada korban tadi malam," katanya.

Dia menjelaskan bahwa setiap harinya ada 12 regu yang bekerja sehari-hari membangun jembatan penghubung.

Saat kejadian, dia melihat ada beberapa pekerja yang melompat ke beton lain karena takut jembatan jatuh. Pasalnya, suara dan getarannya sangat keras sekali.

"Kayaknya ganjelan betonnya miring sebelah. Saya juga liat ada yang lagi ngerjain beton terus di lompat ke beton satunya," tuturnya.

Menurut Sutarno, begitu para pekerja melompat, kontruksi beton jembatan terus bergeser hingga miring ke arah bawah. Beruntung pondasi jembatan mampu menahan beban beton sehingga tak sampai terjatuh dan mengenai pekerja di bawahnya.

"Waktu kejadian arus lalu lintas masih ramai, saya bergegas tutup jalan. Untungnya masih ada pondasi besi baja yang nahan beton jembatan," ucapnya.

Penulis:
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved