Pembunuhan

Buang Jasad Ade Sara Hafitd-Assifa Tak Turun dari Mobil

Dalam rekonstruksi, kedua tersangka sama sekali tidak turun dari mobil KIA Visto B 8328 JO yang dikemudikan Hafitd.

Buang Jasad Ade Sara Hafitd-Assifa Tak Turun dari Mobil
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Assyifa Ramadhani tampak menjalani rekonstruksi pembunuhan Ade Sara di Polda Metro Jaya, Rabu (3/4/2014). Pelaku pembunuhan lainnya, Hafitd, juga ikut dalam rekonstruksi ini. 

WARTA KOTA, BEKASI - Aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi pembuangan mayat Ade Sara Angelina Suroto (18), mahasiswi Universitas Bunda Mulia yang dibunuh pasangan Ahmad Imam Al-Hafidz (19) dan Assifa Ramadhani (18), Rabu (5/3/2014). Reka ulang itu digelar di Jalan Tol JORR Kilometer 49+100, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (3/4/2014).

Belasan aparat mengawal ketat saat kedua tersangka memeragakan adegan demi adegan pembuangan mayat Ade Sara. Butuh waktu sekitar 20 menit bagi penyidik untuk menggelar rekonstruksi itu. Dimulai sekitar pukul 13.30, rekonstruksi yang mengundang perhatian warga itu berakhir sekitar pukul 13.50.

Kedua tersangka mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Dalam rekonstruksi itu, kedua tersangka sama sekali tidak turun dari mobil KIA Visto warna silver B 8328 JO yang dikemudikan Hafitd.

Adegan awal, mobil berhenti tepat di Km 49+100 ruas tol JORR arah ke Cikunir. Assifa duduk di kursi depan bersebelahan dengan Hafitd yang memegang kemudi mobil Kia Visto itu. Assifa kemudian pindah ke kursi belakang tanpa turun dari mobil. Di jok belakang mobil itulah mayat Ade Sara terbaring ditutupi pasmina.

Assifa kemudian mengangkat tubuh Ade Sara dan menyorongkannya keluar dari pintu belakang sebelah kiri. Karena Assifa tak kuat sendirian mengangkat tubuh Ade Sara, Hafitd turut membantu memegangi bagian tubuh Ade Sara. Posisi saat keluar mobil, bagian kepala Ade Sara terjatuh lebih dulu.

Selesai membuang mayat Ade Sara di pinggir jalan, sebelum mobil meninggalkan lokasi, kedua tersangka juga membuang lembaran kertas tisu dan koran. Penyidik memperlihatkan angka 41 hingga 44c untuk rangkaian adegan rekonstruksi di tol JORR itu.

Saat menjalani adegan rekonstruksi itu, kedua tersangka tak kuasa menahan air mata. Sesekali, Assifa terlihat mengeluarkan tasbih, dan mengucap shalawat. Kedua orangtua Ade Sara, Elisabeth Diana Dewayani dan Suroto, turut menyaksikan jalannya rekonstruksi. Mereka enggan memberi keterangan kepada media. Mata mereka berkaca-kaca menahan kesedihan.

"Kami kesini ingin melihat langsung apa yang sebenarnya telah terjadi, apakah sesuai yang disampaikan pihak kepolisian kepada keluarga," tutur Michael Hutagalung, kuasa hukum pasangan Elisabeth-Suroto.

Michael menyatakan, keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada pihak kepolisian. "Kami berharap proses hukumnya berjalan dengan semestinya," kata Michael.

Dari seluruh adegan rekonstruksi yang turut disaksikan, kata Michael, keluarga korban sangat yakin bahwa kedua tersangka telah merencanakan pembunuhan itu. "Itu sudah sangat jelas direncanakan," kata Michael.

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved