Kampanye Parpol
Demokrat Sediakan Odong-odong di Bandung
Sejak awal Partai Demokrat berkomitmen untuk menaati peraturan KPU yang melarang melibatkan anak-anak dalam kegiatan kampanye.
Penulis: Sri Handriyatmo Malau | Editor: Lucky Oktaviano
WARTA KOTA, BANDUNG - Sejak awal Partai Demokrat berkomitmen untuk menaati peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang melibatkan anak-anak dalam kegiatan kampanye.
Tapi di sisi lain, banyak warga yang kesulitan meninggalkan anak mereka saat ikut berkampanye.
Guna mencegah ikutnya anak-anak saat kampanye akbar di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (30/3/2014), DPD Demokrat menyiapkan odong-odong di area luar kampanye bagi orangtua yang membawa anak-anak.
"Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan EO tentang penempatan odong-odong yang strategis di Lapangan Tegalega. Jumlahnya berapa, baru bisa kami pastikan setelah dapat kepastian dari EO. Tapi sejauh ini kami sudah siapkan, sesuai dengan arahan Pak Iwan selaku Ketua DPD PD Jabar," jelas Herlas Juniar, Sekretaris DPD PD Jawa Barat Sabtu (29/3/2014).
Sebelumnya Ketua DPD PD Jawa Barat Iwan Sulandjana menyatakan bahwa seringkali ada ibu-ibu yang ingin anaknya diusap Pak SBY secara langsung. Inilah yang menyebabkan Partai Demokrat perlu menyiasatinya secara cerdas.
Panitia kampanye PD di Kota Bandung mengatasi dilema ini dengan menyiapkan sejumlah odong-odong di area luar kampanye bagi orangtua yang membawa anak-anak.
Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 Pasal 32 huruf (k) memang memuat larangan memobilisasi warga negara Indonesia yang belum memiliki hak pilih, termasuk melibatkan anak-anak dalam kampanye.
Lebih lanjut Iwan berharap, simpatisan dan kader PD dapat mematuhi peraturan KPU tersebut. Anak-anak dapat bermain dengan nyaman lewat alat permainan anak yang disiapkan PD, orangtua pun tidak khawatir dalam mengikuti kampanye Partai Demokrat.
"Jadi anak senang, orangtua pun senang. PD akan selalu berupaya mengusung solusi inovatif dan tepat guna yang terbukti efektif, sama seperti program-program pro rakyat yang dibesut pemerintahan Bapak SBY," tandasnya.
Lebih jauh dia juga mengatakan hari minggu adalah hari keluarga, lapangan Tegalega tentunya juga akan menjadi tempat tujuan masyarakat Bandung untuk berolahraga ataupun bersantai bersama keluarga.
Namun, pesannya, anak-anak jangan dijadikan obyek kampanye seperti menggunakan atribut kaos atau membawa bendera partai.