Jumat, 10 April 2026

Rhoma Irama: Survei Tidak Selalu Linear dengan Kenyataan

Bakal calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rhoma Irama menanggapi hasil survei yang dilakukan oleh Charta Politika.

Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, JAKARTA - Bakal calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rhoma Irama menanggapi hasil survei yang dilakukan oleh Charta Politika. Dalam survei tersebut diungkapkan bahwa Rhoma tak disukai pemilih ibu-ibu.

"Survei ini tergantung metodologinya, tergantung segmentasinya. Lembaga survei tidak selalu linear dengan kenyataan," kata Rhoma di Lapangan Al-Bayyinah, Jalan RM Kahfi 2, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (29/3/2014).

Raja Dangdut tersebut menjelaskan, dalam sebuah survei banyak masyarakat yang disodorkan beberapa nama tapi tidak ada namanya.

Ia menilai, hal itu yang membuat perolehan persentasenya rendah dalam survei. "Banyak masyarakat yang disurvei disodorkan beberapa nama, tapi tanpa ada nama Rhoma Irama," tuturnya.

Lebih jauh Rhoma mengatakan, ia mencontohkan, bagaimana lembaga survei saat pemilihan kepala daerah DKI Jakarta yang selalu menghasilkan persentase tinggi untuk pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Pada saat itu menurutnya, Joko Widodo dan Basuki T Purnama yang tidak diunggulkan dalam pertarungan pilkada DKI Jakarta selalu kecil persentasenya dalam survei.

"Tapi nyatanya Jokowi-Ahok yang menang. Jadi itulah lembaga survei tidak selalu linear dengan kenyataan," ucapnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved