Jumat, 10 April 2026

TPU Kapuk Teko Jadi Korban Proyek Pergudangan

Kuncen makam Kapuk Teko, Nurman, mengaku bahwa pemakaman itu menjadi korban proyek pergudangan padahal dulu posisinya tinggi.

Penulis: Feryanto Hadi |

WARTA KOTA, CENGKARENG - Nurman (54), kuncen makam Kapuk Teko mengatakan, berdasarkan surat peninggalan ayahnya yang kini dipegangnya makam tersebut sudah ada sejak 1939.

"Dulu kuncennya bapak saya, Pak Ribun. Sejak 1974, saya yang gantiin sekalian jati tukang kubur di sini," katanya ditemui di sekitar pemakaman, Jumat (28/3).

Awalnya makam itu hanya diperuntukkan bagi kaum pribumi. Tetapi, pada perjalanannya, kata Nurman, banyak warga etnis Tionghua yang memakamkan keluarganya di pemakaman tersebut.

Norman berkisah, dulunya lokasi pemakaman tersebut berada di daerah yang tinggi, dibandingkan dengan kawasan di sekitarnya. Tetapi, semenjak adanya pembangunan pergudangan di sekitarnya, makam tersebut menjadi rendah dan menjadi langganan banjir.

"Tanah di sekitar sini pada diurug untuk bangun pergudangan. Akibatnya, tanah pemakaman jadi rendah," katanya.

Saat banjir mulai menggenangi Kampung Apung pada 1990, makam tersebut juga tak luput dari genangan air. "Tapi saat itu kalaupun tergenang, langsung surut lagi. Baru pada 1995 genangan airnya tidak surut-surut sampai sekarang. Kedalamannya sekitar dua meter," katanya warga RT07/01 Kelurahan Apuk.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat berencana memindahkan 3810 makam di TPU Kapuk Teko, RW01 Kelurahan Kapuk atau di kawasan Kampung Apung, ke sebuah lahan di Tegal Alur. Pemindahan ini terkait normalisasi kawasan Kampung Apung yang sudah tergenang air sejak 24 tahun lalu.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved