Jumat, 10 April 2026

Pemilu 2014

Pramono Edhie: Pesantren dan Santri Kekuatan yang Luar Biasa

Anggota Dewan Pembina dan Peserta Konvensi Demokrat Pramono Edhie Wibowo didaulat memberikan Taushiyah kebangsaan

WARTA KOTA, PANDEGLANG - Anggota Dewan Pembina dan Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat (PD) Pramono Edhie Wibowo didaulat memberikan Taushiyah kebangsaan pada "Malam Cinta Rasul‎" di lapangan Mengger, Pandeglang, Banten, Kamis (27/3/2014) malam.

Acara yang diinisiasi oleh anggota DPR RI Ratu Siti Romlah, juga dihadiri Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia Munawar Fuad, ‎dan pengamat dari University Malaya, Malaysia, Dato' Redzuan Othman, serta Ulama ternama di Indonesia. Seperti KH. Ahmad Salimul Apip (Pendekar Sholawat), Ustad Azwan Faisal, H. QOMAR dan H. Muammar ZA, dan Ustaz Solmed.

Dihadapan ribuan santri dan warga Pandeglang, ipar Presiden dan Ketua Umum PD ini mengungkapkan Indonesia memiliki kekuatan luar dengan jumlah santri di Indonesia sebanyak juta dari 27.000 Pesanteren.

Menurut Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), peran santri dan pesantren sangat besar dan tidak bisa dipisahkan dalam pembangunan dan persatuan bangsa.

"Hari ini, saya melihat kekuatan Indonesia sangat luar biasa. 27 ribu pesantren dengan santri yang berjumlah 6 juta orang adalah kekuatan yang luar biasa. Menjadi kekuatan kalau kita mengikuti ajaran dari Rasul kita Nabi Muhammad SAW dengan baik dan benar," ungkap Pramono Edhie.

Ingat, kata Pramono, Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Namun, Indonesia juga merupakan negara dengan ratusan juta penduduk yang majemuk.

"Pesanteren dan santri memainkan peran sentral dalam persatuan bangsa yang majemuk ini. Tanpa persatuan tidak mungkin pembangunan bisa dilakukan," ucapnya.

"Jumlah santri dan santriwati yang luar biasa besar ini merupakan modal utama Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar," tegas Edhie.

Karena itu, Pramono mengajak seluruh anak bangsa untuk membangun Indonesia dengan menjaga kerukunan dan kedamaian yang dimulai dari rumah dan keluarga sendiri.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved