Selasa, 14 April 2026

Jam Sekolah

Ahok Akan Geser Jam Sekolah 07.15 setelah Usul 09.00 Ditolak

Wagub Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, masukkan mengubah waktu kegiatan belajar mengajar diberikan oleh pengamat dan peneliti.

Editor: Suprapto

WARTA KOTA, BALAI KOTA— Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di DKI Jakarta yang mulai tahun ajaran 2013-2014  sudah menggunakan zona daerah atau rayon tidak banyak berpengaruh terhadap kemacetan lalu lintas di Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, masukkan mengubah waktu kegiatan belajar mengajar diberikan oleh pengamat dan peneliti.

"Kalau masuknya siang masa pulangnya sore, Jadi saya bilang mendingan macet pagi, daripada macet sore, capek. Jadi kita memang belum bisa lakukan, lihat dulu pro kontra nya, kalau pro kontra terus, kembalikan saja ke yang dulu, mungkin juga yang paling tepat itu pukul 07.00 atau 07.15," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/3).

Menurut Ahok, sistem PPDB dengan zona cukup efektif untuk memudahkan warga sekitar bersekolah di dekat rumah. Namun untuk kemacetan, tidak banyak berpengaruh.

"Kita kan kasih jatah 45 persen untuk yang nilainya pas-pasan, tapi rumahnya dekat. Jadi kita tidak boleh lebih kapitalis dari negara kapitalis. Ini orang yang tidak les, tidak makan bergizi, pasti hasil nilainya beda," tuturnya.

Ahok mengatakan, PPDB dengan system passing grade yang terbuka menghasilkan perbedaan yang jauh antara si kaya dan si miskin. Sedangkan dengan sistem zona, lebih heterogen. "Kalau pasing grade pakai NEM, yang masuk sekolah bagus anak orang kaya semua. Dan orang yang nggak mampu jauh ke sekolahnya," tuturnya.

Sekolah yang didominasi siswa dari kalangan menengah atas, juga menyebabkan kemacetan, karena hampir semua siswanya diantar jemput menggunakan kendaraan pribadi.

Dirinya sengaja melempar isu agar terlihat reaksi masyarakat. "Kan kelihatan komentar-komentar orang, caci maki macam-macam, kita hitung saja, kalau lebh dari 50 persen menolak, berarti nggak cocok, survei gratis gitu lho," tuturnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved