Selasa, 12 Mei 2026

Jokowi Serahkan Segepok Uang

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merogoh uang Rp 10.000 yang terdiri dari lembaran Rp 2000-an sebanyak lima lembar.

Tayang:
Editor: Suprapto

WARTA KOTA, BALAI KOTA— Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merogoh uang Rp 10.000 yang terdiri dari lembaran Rp 2000-an sebanyak lima lembar, untuk menyumbang Satinah, TKI asal Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, yang terancam dipancung jika tidak mampu membayar diyath (tebusan) Rp 21,3 miliar.

"Ini sumbangan saya," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta beberapa saat setelah bertemu Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bidang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Rabu (26/4).

Meski di hadapan wartawan hanya menyumbang Rp 10.000, ternyata Jokowi sudah memberikan duit segepok. Sumbangan yang dimasukkan amplop tertutup tersebut ditunjukkan oleh Rieke yang berkunjung ke Balai Kota DKI untuk meminta dukungan Jokowi.

Jokowi juga mengimbau wartawan di Balai Kota DKI Jakarta untuk ikut menyumbang, sehingga tidak ada lagi kasus TKI yang menghadapi ancaman hukuman pancung. "Kalau saya menyumbangnya kecil saja, Rp 10.000," kata Jokowi sambil memasukkan uang ke dalam boks yang dibawa oleh Direktur Migrant Care Anis Hidayah, Rabu (26/3).

Jokowi mengatakan, besarnya sumbangan bukan menjadi patokan (ukuran), mengingat kebutuhan uang pengganti Rp 21 miliar itu sangat besar. Namun, yang terpenting adalah membangun kesadaran bersama masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap nasib TKI.

Sementara itu, Rieke mengatakan, kasus Satinah sudah ada sejak tahun 2007. Namun pemerintah Indonesia tidak pernah mendampingi Satinah di pengadilan sebagai kuasa hukumnya. Menurut Rieke, uang yang terkumpul untuk Satinah sudah mencapai Rp 12 miliar. Rieke juga memberikan kaus oblong gerakan "JKW4Satinah" dengan gambar Satinah.

Rieke membantah kedatangannya ke Balai Kota untuk kepentingan politis jelang pemilu legislatif (pileg) dan pemilu pemilihan presiden (pilpres) 2014. "Terserah orang mau ngomong apa. Semua orang punya cara masing-masing, tapi mari kita positive thinking saja. Yang penting bagi saya, dengan Mas Jokowi ini pasti ada pertanyaan itu (kepentingan politis). Tapi tujuannya yang penting Satinah bisa diselamatkan. Satu nyawa orang Indonesia berharga. Ini akan jadi contoh untuk Indonesia kedepan," ujar Rieke.

Rieke meminta semua orang membayangkan Satinah adalah kerabat atau keluarga sendiri. Ia tidak menggubris tuduhan-tuduhan kasus Satinah menjadi isu politis. "Kalau kamu sebagai Satinah, perlu enggak seorang Jokowi memberikan bantuan untuk kamu? Pasti ngerasa perlu, karena apapun masyarakat mau jadi gong untuk menyuarakan ayo gotong royong," kata Rieke.

Menurut Jokowi, Pemprov DKI akan memperketat perizinan TKI. Bahkan, bila perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) terus bermasalah, Jokowi tak sungkan mencabut izin perusahaan tersebut.

Karena itu, mantan Wali Kota Solo itu berencana memaksimalkan peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmgrasi (Dinakertrans) di Jakarta. "Problemnya ada pungli. Keluhan yang ada kita catat cukup banyak, itu jadi tugas kita. PJTKI-nya ada di sini (Jakarta), prosesnya ada di sini, penempatannya ada di sini, semuanya ada di sini. Memperketat lagi, mencabut kalau izinya (bermasalah)," urainya.

Rieke mengatakan, masalah Satinah tidak terlepas dari masalah penyaluran tenaga kerja di Jakarta. "Karena penampungan itu 80 persen ada di Jakarta. Kita sudah bicarakan juga di DPR," imbuhnya. (tribun/wil/rez)

Informasi lebih lengkap, silakan baca Koran Warta Kota edisi Kamis (27/3/2014).

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved