Bus Sekolah Dihentikan, Ongkos Jadi Mahal
Para siswa yang bersekolah di kawasan Cipayung-Ciracas merasa kecewa dengan dihentikannya operasional bus sekolah
Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTA KOTA, CIRACAS - Salah satu siswa SMAN 105 Ciracas, Nadia Karina (16), mengaku kecewa atas dihentikannya bus sekolah yang melintas di sekolahnya. Pasalnya, keberadaannya bus sekolah itu sangat dibutuhkan.
"Kalau ada bus sekolah kan kami nggak perlu bayar ongkos lagi. Karena rumah saya juga jauh, ongkosnya mahal," kata Nadia, ditemui di Jalan Raya Ciracas, Selasa (18/3/2014) siang.
Nadia menjelaskan, bahwa setiap hari untuk ke sekolahnya harus mengeluarkan ongkos yang cukup besar. Pasalnya, ia tinggal di Cimanggis Depok.
Jika berangkat sekolah, biasanya ia diantar ayahnya. Namun, ketika pulang sekolah ia harus mengeluarkan ongkos sebesar Rp 12.000.
"Saya naik T14 bayar Rp 2.000 dari sekolah ke Jalan Raya Bogor. Lalu naik lagi mikrolet 112 Rp 3.000 untuk ke Cimanggis. Dari situ karena belum ada angkot masuk ke rumah saya, naik ojek Rp 7.000," katanya yang tinggal di perumahan Bukit Cengkeh Cimanggis itu.
Namun, selain masalah biaya, ia juga mengaku, naik bus sekolah lebih nyaman dibandingkan naik angkot. Selain tidak perlu berdesakan, kondisi bus sekolah juga lebih baik.
"Bus sekolah kan ada AC-nya, lebih bersih, lebih bagus, dan pasti lebih nyaman," katanya. Karena itu, ia berharap, bus sekolah bisa dioperasikan kembali.
Sementara itu, Ridho (34), salah satu orangtua siswa di SDN 01 Cilangkap, berharap, agar bus sekolah tetap dioperasikan.
"Khusus anak-anak SD, membutuhkan angkutan yang nyaman dan aman, ya bus sekolah adalah pilihan yang tepat," katanya.